Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Pasar Lambaro Kembali Ditata, Pengunjung Apresiasi Langkah Pemkab Aceh Besar

redaksi by redaksi
01/04/2026
in Lintas Timur
0
Pasar Lambaro Kembali Ditata, Pengunjung Apresiasi Langkah Pemkab Aceh Besar

JANTHO – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar kembali melakukan penataan kawasan Pasar Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, sebagai upaya menciptakan lingkungan pasar yang lebih tertib, bersih, dan nyaman bagi pedagang maupun pengunjung.

Langkah tersebut dilakukan karena selama ini kawasan Pasar Lambaro kerap mengalami kemacetan, terutama pada pagi hari saat aktivitas jual beli sedang ramai. Banyaknya pedagang yang membuka lapak di tepi hingga badan jalan membuat arus lalu lintas tersendat dan mengganggu kenyamanan pengunjung yang datang untuk berbelanja.

Penataan ini mendapat respons positif dari masyarakat yang berkunjung ke pasar tersebut. Salah satu pengunjung, Putri (38), mengaku kondisi pasar kini terlihat lebih rapi dibandingkan sebelumnya sehingga membuat aktivitas berbelanja menjadi lebih nyaman.

“Sekarang lebih enak berbelanja karena jalannya sudah lebih terbuka dan tidak terlalu sempit seperti dulu. Biasanya kalau pagi sangat padat karena banyak pedagang di pinggir jalan. Dengan penataan seperti ini, kami sebagai pengunjung tentu merasa lebih nyaman,” ujar Putri kepada Tim Media Center Aceh Besar di Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Senin (30/3/2026).

Menurutnya, langkah penataan yang dilakukan pemerintah daerah sangat tepat karena Pasar Lambaro merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Aceh Besar. Ia berharap penataan tersebut dapat terus dijaga agar pasar tetap tertib dan tidak kembali semrawut seperti sebelumnya.

“Kami berharap pemerintah terus mengawasi supaya kondisi pasar tetap rapi. Kalau sudah tertata seperti ini tentu sangat baik, baik untuk pedagang maupun pembeli,” tambahnya.

Sementara itu, salah seorang pedagang sayur di Pasar Lambaro, Rahma (45), mengaku penataan yang dilakukan pemerintah membuat suasana pasar menjadi lebih teratur. Meski pada awalnya para pedagang harus menyesuaikan kembali posisi lapak mereka, namun ia menilai langkah tersebut justru memberikan dampak positif bagi aktivitas jual beli.

“Awalnya memang harus menata ulang tempat jualan, tapi sekarang jadi lebih rapi. Pembeli juga lebih mudah lewat dan melihat dagangan kami,” kata Rahma.

Ia berharap penataan pasar dapat dilakukan secara berkelanjutan serta diikuti dengan peningkatan fasilitas pendukung seperti kebersihan lingkungan pasar dan pengelolaan sampah.

“Kalau pasar bersih dan tertata, pembeli juga lebih senang datang. Kami sebagai pedagang tentu berharap kondisi ini bisa terus dijaga,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh pengunjung lainnya, Fauzan (41). Ia menilai keberadaan pasar yang bersih dan tertib akan memberikan dampak positif bagi aktivitas ekonomi para pedagang karena pengunjung akan lebih nyaman datang untuk berbelanja.

“Kalau pasar rapi dan bersih, orang pasti lebih senang datang. Pembeli juga merasa nyaman, sehingga pedagang pun bisa mendapatkan manfaat karena pengunjung semakin banyak,” kata Fauzan.

Ia juga berharap pemerintah daerah turut memperhatikan fasilitas pendukung di kawasan pasar, seperti pengelolaan sampah dan penataan area parkir agar aktivitas masyarakat di sekitar pasar semakin tertib.

“Selain penertiban pedagang, fasilitas seperti tempat sampah dan parkir juga perlu diperhatikan. Kalau semuanya tertata dengan baik, Pasar Lambaro bisa menjadi pasar yang lebih nyaman dan menjadi kebanggaan masyarakat Aceh Besar,” ujarnya.

Terakhir, Dengan penataan yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, Pasar Lambaro diharapkan dapat menjadi pasar tradisional yang lebih modern, tertib, serta mampu mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Aceh Besar.

“Kami berharap pemerintah terus melakukan pengawasan dan penataan secara rutin, supaya Pasar Lambaro bisa menjadi pasar yang bersih, tertib, dan menjadi pusat ekonomi masyarakat Aceh Besar,” pungkasnya.

Previous Post

BBPOM Aceh Musnahkan 224 Produk Tak Penuhi Syarat

Next Post

USK dan Polda Aceh Tandatangani PKS Pembentukan Pusat Riset Ilmu Kepolisian

Next Post
USK dan Polda Aceh Tandatangani PKS Pembentukan Pusat Riset Ilmu Kepolisian

USK dan Polda Aceh Tandatangani PKS Pembentukan Pusat Riset Ilmu Kepolisian

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Fraksi Kebangkitan Pembangunan dan Demokrasi Desak Bupati Evaluasi SKPK Pijay

Fraksi Kebangkitan Pembangunan dan Demokrasi Desak Bupati Evaluasi SKPK Pijay

04/08/2026
Departemen Pendidikan Geografi FKIP USK dan Departemen Geografi Fakulti Sastera dan Sains Sosial Universiti Malaya Teken Implementation Agreement

Departemen Pendidikan Geografi FKIP USK dan Departemen Geografi Fakulti Sastera dan Sains Sosial Universiti Malaya Teken Implementation Agreement

04/08/2026
Puluhan Anak Ramaikan Festival Anak Sholeh KKN USK, Adu Hafalan Surah dan Azan

Puluhan Anak Ramaikan Festival Anak Sholeh KKN USK, Adu Hafalan Surah dan Azan

04/08/2026
“APBK 2027 Harus Menjawab Krisis Pascabanjir, Bukan Sekadar Menyusun Angka Anggaran”

“APBK 2027 Harus Menjawab Krisis Pascabanjir, Bukan Sekadar Menyusun Angka Anggaran”

04/08/2026
Fraksi Partai Aceh “Kuliti” Kinerja Pemkab Pidie Jaya: Delapan Bulan Pascabanjir Belum Pulih, RTRW Mandek, Qanun PDAM Tak Jelas

Fraksi Partai Aceh “Kuliti” Kinerja Pemkab Pidie Jaya: Delapan Bulan Pascabanjir Belum Pulih, RTRW Mandek, Qanun PDAM Tak Jelas

04/08/2026

Terpopuler

Dari Atu Singkih ke Lembah Tidar: Alumnus Al Zahrah Lulus Akmil Setelah 3 Kali Gagal

Dari Atu Singkih ke Lembah Tidar: Alumnus Al Zahrah Lulus Akmil Setelah 3 Kali Gagal

02/08/2026

Di Tengah Tuntutan Dua Bulan Penjara, IKA Unigha Desak Restorative Justice untuk Dua Mahasiswa

Kapolres Pidie Jaya Kritik Evaluasi SKPK: Jangan Bicara Tanpa Data, Rakyat Berhak Tahu Kinerja Pemerintah

Lima Tahun Bertahan Tanpa Orang Tua, Lima Bersaudara di Pidie Jaya Pernah Dua Hari Menahan Lapar

Pasar Lambaro Kembali Ditata, Pengunjung Apresiasi Langkah Pemkab Aceh Besar

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com