Jakarta – Presiden Amerika Joe Biden belum berniat untuk berhenti menyerang kelompok teroris ISIS-K. Dikutip dari kantor beritaa Reuters, Joe Biden berjanji akan meluncurkan serangan lanjutan ke kelompok afiliasi ISIS di Afghanistan tersebut sebagai respon atas bom bunuh diri di Bandara Hamid Karzai, Kabul, Kamis.
Pada Jumat kemarin, Amerika meluncurkan serangan pertamanya ke ISIS-K. Menggunakan drone, mereka menembak mati dua anggota ISIS-K. Keduanya disebut sebagai perencana dan fasilitator serangan ke bandara Kabul yang menewaskan 170 orang lebih. Sebanyak 13 di antaranya adalah tentara Amerika.
“Serangan tersebut bukan yang terakhir dari kami. Kami akan terus memburu mereka yang bertanggung jawab atas serangan mengerikan di Kabul. Mereka akan menanggung akibatnya,” ujar Joe Biden, Sabtu, 28 Agustus 2021.
Joe Biden tidak hanya menegaskan bahwa bakal ada serangan lanjutan ke ISIS-K, namun juga memperingatkan bahwa ISIS-K berpotensi menyerang bandara Kabul lagi. Menurut laporan intelijen terbaru yang ia terima, ISIS-K akan menyerang dalam waktu 24-36 jam ke depan. Dengan kata lain, Minggu atau Senin pekan depan.
Untuk merespon ancaman tersebut, Joe Biden telah meminta komandan di bandara Kabul untuk mengupayakan segala cara mencegah serangan ISIS-K terulang. Selain itu, ia juga meminta proses evakuasi warga Afghanistan dikebut menjelang deadline yang ditetapkan Taliban, 31 Agustus 201.
“Situasi di lapangan semakin berbahaya dan ancaman serangan teroris ke bandara tetap tinggi. Saya telah meminta komandan di lapangan untuk mengambil segala langkah yang diperlukan untuk melindungi warga,” ujar Joe Biden menegaskan soal potensi serangan ISIS-K.









