SWEDIA – Organisasi Acheh-Sumatra National Liberation Front (ASNLF) mengirim dua pemuda asal Aceh ke Strasbourg, Perancis, untuk mengikuti pelatihan calon diplomat yang diadakan oleh Universitas Oxford Inggris, The Council of Europe dan The European Free Alliance Youth (EFAy) serta the Youth of European Nationalities (YEN).
Program selama sepekan itu terselenggara berkat kerjasama Unrepresented Nations and Peoples Organization (UNPO) dimana ASNLF menjadi anggotanya.
Kedua pemuda Aceh yang dikirimkan ke Perancis itu adalah Zainuddin Daud (Kanan) berasal dari Swedia dan Rozi Syahputra Hanafiah (Kiri) berasal dari Denmark.
Informasi ini disampaikan ASNLF melalui rilis yang dikirim ke redaksi atjehwatch.com, Selasa 21 September 2021.
“Sebagai organisasi gerakan pembebasan bagi Aceh, ASNLF terus melakukan terobosan baru dalam meningkatkan kualitas SDM mereka. Meskipun seluruh dunia sebelumnya dijangkiti oleh pandemi global, namun kegiatan pendidikan baik secara virtual maupun tatap muka tetap dilaksanakan,” tulis ASNLF.
“Kali ini, disaat pandemi mulai tampak mereda di jazirah Eropa, baru saja dilansir sebuah program berbentuk pelatihan yang dikhususkan bagi generasi muda terhadap komunitas bangsa minoritas yang tertindas di Eropa.”
Penyelenggara bekerja sama dengan Unrepresented Nations and Peoples Organization (UNPO) yang berpusat di Brussels dan organisasi kepemudaan di Eropa untuk ikut serta dalam pelatihan dalam membekali peserta dengan keahlian untuk terlibat berjenjang dalam proses politik nasional dan regional serta internasional.
Menurut ASNLF, Program edukasi ini bekerjasama dengan Universitas Oxford Inggris, The Council of Europe dan The European Free Alliance Youth (EFAy) serta the Youth of European Nationalities (YEN). Untuk keseriusannya para peserta akan diinapkan dalam penginapan selama 6 hari oleh panitia penyelenggara yaitu European Youth Centre di Strasbourg, Perancis.
Kesempatan emas itu tidak disia-siakan oleh ASNLF. Dalam rilis mereka turut dijelaskan bahwa kursus diplomat muda itu akan dimulai hari ini, 19 September, hingga berakhir minggu depan pada 26 September.
Menurut ASNLF, kali ini mereka mengirim 2 pemuda Aceh yang masing-masing tinggal di Swedia dan Denmark untuk ikut serta dalam pelatihan calon diplomat di masa mendatang. Selama mengikuti pelatihan diplomat itu nantinya akan mempelajari berbagai topik yang digembleng oleh pakar di bidangnya.
“Pemuda-pemuda Aceh ini akan dapat berpartisipasi dalam event yang menyangkut kasus Aceh di luar negeri. ASNLF kini sedang mempersiapkan kadernya dari segala bidang dengan bertujuan guna perkuat kontribusi perjuangannya di masa depan.”










