BLANGPIDIE – Tragedi Aksi masa menyerang gerai vaksinasi yang terjadi sikira pukul 09:20 Wib, di kompleks PPI Ujung Serangga Gampong Padang Baru Kecamatan Susoh Kabupaten Aceh Barat Daya, tepatnya di Mushalla kompleks PPI setempat saat ini menjadi buming di media sosial.
Kejadian tersebut sudah menjadi iscu Nasional, video amatirpun bersebaran di sejumlah media sosial baik Whatsapp, Facebook, dan media lainnya dan tentunya hal tersebut sudah menjadi kosumsi publik saat ini.
Dalam salah satu video yang beredar, tampak seorang lelaki mengenakan atribut sebuah partai. Pria tersebut mengenakan kaos berlambang Partai Ummat, alhasil pria dan lambang partai besutan Amin Rais yang terekam dilayar video warga itu menjadi sorotan publik tentunya di pangung politik, baik Kabupaten, Provinsi maupun Nasional saat ini.
Pria tersebut merupakan salah seorang warga Gampong Padang Baru, Kecamatan Susoh kabupaten setempat. Ia bernama Kharil Anwar (44) bekerja disebuah gudang ikan dalam kompleks PPI dekat dengan lokasi terjadinya aksi massa tersebut.
Awak media atjehwatch.com berhasil memintai keterangan dari Khairil Anwar terkait rekaman video tentang dirinya dan kronologis kejadian tersebut. Lelaki yang sering disapa dengan sebutan Loreng oleh warga sekitar mengakui bahwa laki-laki yang makai kaos Partai Ummat dalam rekaman video kerusuhan itu benar adalah dirinya, Selasa (28/09/2021).
“Benar, yang memakai kaos partai Ummat itu adalah saya, saya adalah salah seorang simpatisan partai Ummat di Abdya,” sebutnya.
Menurut keterangan Khairil, kejadian pengrusakan gerai vaksin itu diketahui bermula saat dirinya sedang mengemudi becak motor, kebetulan ia baru keluar dari salah satu pabrik es terdekat. Tepat di depan gerbang kedua kompleks PPI dekat Mushalla, ia berhenti dan memakirkan kendaraannya. Melihat massa yang mulai berdatangan dari tiga penjuru, satu kelompok massa datang dari arah gerbang utama kompleks PPI, kelompok kedua datang dari jalan depan Pos Polair dan kelompok ketiga datang dari arah jalan dekat gudang ikan.
“Saya melihat, begitu massa hampir mendekati petugas vaksin, beberapa orang dalam keruman itu langsung melempar batu ke atas atap Mushalla. Begitu semua massa sampai ketempat lokasi langsung mengobrak-abrik meja dan kursi hingga perlengkapan alat vaksinasi,” ungkap Khairil.
Ia mengakui sempat melindungi beberapa orang Tim Vaksinator yang berasal dari Puskesmas Sangkalan yang saat itu sedang bertugas berada di tengah kerumunan massa.
“Saya sempat arahkan dua orang tim vaksinasi ke salah satu kaffe dekat lokasi untuk melindungi diri dari aksi massa anarkis,” terangnya.
Kemudian Kharil kembali kehadapan kerumunan massa yang sepertinya tak dapat dibendungkan lagi dengan niat untuk meminta massa agar tidak merusak tempat ibadah atau Mushalla.
“Setelah saya amankan petugas vaksinasi itu, lalu saya kembali berdiri dihadapan massa dan bersama beberapa warga lainnya berusaha meleraikan dan meminta massa agar tidak melakukan perusakan terhadap bangunan tempat ibadah,” paparnya.
Setelah massa membubarkan diri, Khairi bersama pihak kepolisian, TNI serta beberapa masyarakat lainnya ikut membantu petugas membersihkan sisa-sisa pasilitas gerai vaksin yang telah dirusaki massa.
“Saya mengakat kursi dan meja serta sisa alat vaksinasi satu piber ke becak motor saya untuk dibawa ke Pos Polair terdekat. Salah seorang anggota Polisi meminta terimakasih ke saya. Setelah keadaan aman, saya kembali ke gudang ikan tempat saya bekerja,” pungkasnya.
Saat ditanyai apa motif kejadian tersebut, Khairil alias Loreng tidak mengetahuinya punca masalah terjadinya pengusiran tim vaksinasi tersebut oleh massa.
Reporter: Rusman










