Jakarta – CEO Telsa Inc Elon Musk disarankan oleh para pengguna Twitter untuk menjual sahamnya di Telsa. Hal itu terungkap lewat survei, setelah Musk meminta pendapat para pengguna Twitter soal apakah dia harus melepaskan sejumlah sahamnya di Telsa.
Hasil survei memperlihatkan sebanyak 57,9 persen pengguna Twitter mendukung Musk untuk melepaskan sebagian sahamnya di Telsa.
“Saya siap menerima hasilnya,” kata Musk, setelah voting berakhir.
Musk adalah salah satu orang terkaya di dunia. Pada Sabtu, 6 November 2021, dia mengunggah ke Twitter apakah dia harus melepaskan 10 persen sahamnya di Telsa jika para pengguna Twitter membolehkannya.
Sebelumnya, Musk mengatakan dia akan melakukan sejumlah evaluasi dalam tiga bulan ke depan atas kepemilikannya terhadap sejumlah saham. Saham-saham tersebut membuatnya harus membayar pajak yang cukup besar. Namun menjualnya, bisa melonggarkan bebannya dalam membayar kewajiban pajak.
Musk berencana menjual 10 persen sahamnya di Telsa senilai USD 21 miliar (Rp 300 triliun) berdasarkan harga penutupan pada Jumat, 5 November 2021. Ada lebih dari 3,5 juta pengguna Twitter memberikan pandangan pada Musk soal rencana tersebut.
“Banyak yang sudah dihasilkan akhir-akhir ini, yang tanpa disadari bisa saja menghindari pajak. Jadi, saya mengajukan menjual 10 persen saham saya di Telsa,” kata Musk, Sabtu, 6 November 2021.
Anggota Senat Partai Demokrat membocorkan sebuah proposal pungutan pajak khusus saham para miliarder dan aset yang diperdagangkan lainnya, untuk membantu pendanaan sektor sosial Presiden Amerika Serikat Joe Biden.








