BLANGPIDIE – Saat ini mesin Combine Harvester atau pemotong padi milik Pemkab masih sangat minim bahkan sebagian dalam kondisi rusak parah.
Pada pemberitaan sebelumnya dikabarkan, kelangkaan alat pemotong dan perontok padi menjadi kendala masyarakat petani dalam menghadapi musim panen khususnya di Kecamatan Tangan-Tangan kabupaten setempat.
Menangapi hal tersebut Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Aceh Barat Daya, Drh. Nazaruddin kepada awak media saat ditemui di ruang kerjanya mengakui jika saat ini mesin perontok padi milik Pemkab masih sangat minim bahkan sebagian dalam kondisi rusak, Rabu (13/04/2022).
“Jadi sekarang mesin yang digunakan untuk memanen padi berjumlah 11 unit, sementara 7 unit mengalami kerusakan, dan ini sedang kita usahakan untuk perbaikan,” katanya.
Selain tujuh mesin pemotong yang sedang diupayakan perbaikan, ada beberapa lagi mesin yang mengalami kerusakan berat. Namun ia tidak merincikan berapa jumlah unit mesin tersebut yang mengalami kerusakan berat.
“Yang rusak berat ini biaya pembuatannya sangat mahal, bahkan tali bannya saja sampai 18 juta rupiah per set, biaya perbaikan mesin ini memang sangat mahal,” ucapnya.
Maka dari itu pihaknya berpesan kepada petani yang padinya mulai menguning dan bulir sudah rontok supaya menggunakan cara manual atau menggunakan mesin potong milik swasta tanpa harus menunggu lagi mesin pemotong pemerintah.
“Sayang padinya nanti kalau dibiarkan terus lama, karena sejauh ini kita juga tidak bisa memastikan dengan jumlah alat segitu bisa mengcover semua lahan petani di seluruh Abdya, sebab untuk luas areal seluruh Abdya kita harus menggunakan sebanyak 90 unit mesin pemotong, sedangkan yang kita miliki hanya 11 unit,” imbuhnya.
Repoter: Rusman










