Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Sekda Aceh Sosialisasi Tentang Wabah PMK dalam Acara Zikir Rutin

Admin1 by Admin1
30/05/2022
in Nanggroe
0
Sekda Aceh Sosialisasi Tentang Wabah PMK dalam Acara Zikir Rutin

BANDA ACEH— Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Taqwallah, mensosialisasikan tentang wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang saat ini marak terpapar pada hewan ternak di Aceh, kepada seluruh peserta zikir dan doa rutin Pemerintah Aceh, Senin, 30/5/2022.

Sosialisasi tersebut dilakukan Sekda Aceh, agar ribuan peserta zikir yang berada di tengah-tengah masyarakat bisa mendapatkan informasi yang benar. Sehingga tidak salah dalam mengambil tindakan seputaran hewan ternak yang terpapar PMK.

Dalam kesempatan tersebut Taqwallah menghadirkan Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, drh. T. Reza Ferasyi,M.Sc.PhD, sebagai pakar di bidang kehewanan untuk menjelaskan langsung terkait wabah PMK kepada seluruh peserta zikir.

Reza menjelaskan, wabah PMK pertama kali muncul di Indonesia pada tahun 1886 di Malang, Jawa Timur. Di Aceh sendiri wabah tersebut melanda pada tahun 1892, jauh sebelum Indonesia merdeka. Pemberantasan wabah PMK di tanah air mulai digencarkan pada tahun 1974 sampai 1980 dengan menggunakan vaksin O1 BSF. Hingga pada tahun 1986 Indonesia dinyatakan bebas wabah PMK.

“Namun demikian pada tahun 2022 ini, wabah PMK kembali muncul di sejumlah provinsi, termasuk diantaranya Aceh,” kata Reza.

Reza mengatakan, hewan ternak yang terpapar PMK tidak berbahaya bagi kesehatan manusia dan juga aman bila dikonsumsi dagingnya. Meskipun demikian, penyakit tersebut dapat menimbulkan sejumlah kerugian lainnya yaitu membuat hewan ternak mengalami berat badan dan menurunnya produksi susu. Bahkan penyakit tersebut juga bisa menyebabkan menurunnya populasi hewan ternak.

“Jadi tidak heran selama wabah PMK ini ada, banyak hewan ternak mati mendadak,” kata Reza.

Reza mengatakan, penyakit tersebut membuat peternak sapi, kerbau, dan kambing merugi. Oleh sebab itulah Reza meminta semua pihak untuk mendukung penanggulangan wabah PMK yang ada di Aceh.

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menanggulangi wabah tersebut, pertama, bila ada ternak sapi yang terinfeksi agar segera dilaporkan kepada petugas berwenang. Kemudian petugas segera melakukan tindakan pengobatan dan bila sudah tersedia vaksin agar memberikan kepada hewan yang sehat.

“Hal yang terpenting adalah menjaga kebersihan kandang ternak dan peternak hewan,” ujar Reza.

Kerugian akibat mewabahnya PMK di Aceh dirasakan langsung oleh salah satu peternak sapi di Aceh Besar, Aditya Urahman. Ia mengatakan, selama wabah tersebut melanda sejumlah hewan ternaknya mengalami penurunan berat badan. Bahkan beberapa diantaranya ada yang mati dan keguguran.

“Penjualan sangat susah akibat dari penutupan pasar hewan dan harga jualnya pun sudah turun,” kata Aditya.

Akibat wabah tersebut juga, biaya operasional peternakan hewan juga semakin membesar. Dimana pihaknya harus membeli obat-obatan yang semakin langka. Belum lagi harus melakukan pengobatan bagi hewan yang sakit.

“Saya sebagai peternak memohon perhatian dari Pemkab Aceh Besar dan Pemerintah Aceh untuk segera mengatasi wabah penyakit mulut dan kuku ini,” kata Aditya.

Previous Post

Dyah Lantik Ketua dan Pengurus BKMT Kabupaten Aceh Timur

Next Post

Sekda Aceh Pantau Donor Darah ASN di BPPA

Next Post
Sekda Aceh Pantau Donor Darah ASN di BPPA

Sekda Aceh Pantau Donor Darah ASN di BPPA

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

HT Ibrahim Santuni Puluhan Anak Yatim, Tokoh Nasional dan Pimpinan Aceh Hadiri Maulid di Rumah Aspirasi

HT Ibrahim Santuni Puluhan Anak Yatim, Tokoh Nasional dan Pimpinan Aceh Hadiri Maulid di Rumah Aspirasi

11/10/2026
Fantasitis, Lima Siswa SMAN 2 Langsa Lolos ke Tingkat Provinsi di Ajang OLPAIN 2026

Fantasitis, Lima Siswa SMAN 2 Langsa Lolos ke Tingkat Provinsi di Ajang OLPAIN 2026

11/10/2026
Sriwijaya Taklukkan Kebinet dengan Selisih Dua Angka, Ceh Win Kul Bertahan dari Gempuran Syair

Sriwijaya Taklukkan Kebinet dengan Selisih Dua Angka, Ceh Win Kul Bertahan dari Gempuran Syair

11/10/2026
Pemkab Aceh Besar Dukung Sinkronisasi Usulan Program Listrik Pedesaan

Pemkab Aceh Besar Dukung Sinkronisasi Usulan Program Listrik Pedesaan

11/10/2026
Enam Ton Ikan Segar dari Pulau Simeulue Diekspor ke Jepang

Enam Ton Ikan Segar dari Pulau Simeulue Diekspor ke Jepang

11/10/2026

Terpopuler

Dua Ceh Senior Siap Adu Syair di Didong Jalu, Win Kul Comeback Setelah Lama Vakum

Dua Ceh Senior Siap Adu Syair di Didong Jalu, Win Kul Comeback Setelah Lama Vakum

10/10/2026

Sriwijaya Taklukkan Kebinet dengan Selisih Dua Angka, Ceh Win Kul Bertahan dari Gempuran Syair

Persada Abdya U-17 Lolos ke Putaran Nasional Soeratin Akan Segera Berlaga di IKN, Berikut Jadwalnya

Polda Aceh Kerahkan 1.820 Personel Amankan Muzakarah Ulama

Sang Kombatan [Jilid 2] Bagian 10

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com