SABANG – Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Kementerian Lembaga (LKKL) BPKS Tahun Anggaran 2021 yang merupakan pencapaian opini WTP yang ke enam secara berturut-turut sejak tahun 2016 yang lalu.
Prosesi penyerahan opini WTP kepada BPKS diserahkan langsung Ketua BPK RI Dr. Isma Yatun, CSFA.,CFrA dan diterima langsung oleh Wakil Kepala BPKS T. Zanuarsyah di Jakarta, pada Senin, 27 Juni 2022.
Wakil Kepala BPKS T, Zanuarsyah menyampaikan bahwa, Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) memberikan opini WTP atas LKPP Tahun 2021 dalam semua hal yang sesuai dan berdasarkan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).
“Tentunya, semua ini tidak terlepas dari kerja sama yang baik dan kerja keras seluruh manajemen beserta karyawan BPKS. Alhamdulillah, kita mampu mempertahankan opini WTP ini,” katanya.
Zanuarsyah menambahkan, hasil audit terbaik atas suatu laporan keuangan maka BPKS kembali bisa mendapatkan opini WTP.
“Ini merupakan wujud dari semangat seluruh jajaran BPKS dalam pengelolaan keuangan dalam menggapai cita-cita masyarakat dalam arah pengembangan dan pembangunan kawasan wilayah di bawah tanggung jawab BPKS,” ucapnya.
Dalam acara tersebut, Wakil Kepala BPKS didampingi oleh Deputi Pengawasan Zamzami, Deputi Umum Abdul Manan, Kepala Biro Keuangan Bustami Usman, Ketua Dewan Pengawas Mawardi Ismail, anggota Dewan Pengawas Munawar Liza Zainal dan Auditor BPKS Titin Agustina.
Secara terpisah, Plt Kepala BPKS Junaidi juga menyampaikan rasa kegembiraannya atas pencapaian ini, karena Opini WTP yang BPKS dapati tahun ini menjadi bukti bahwa BPKS telah mengelola anggaran tahun 2021 dengan akuntabel dan transparan.
“Saya sangat mengapresiasikan semua pihak atas capaian ini dan penerimaan WTP ke enam secara berturut-turut bukan suatu hal yang sangat mudah, harus dicapai dengan kerja sama yang baik semua lini,” kata dia.
Di sisi lain, LKPP adalah pertanggungjawaban atas pelaksanaan keuangan negara, baik dalam bentuk komponen realisasi anggaran, perubahan saldo anggaran lebih, laporan arus kas, laporan perubahan ekuitas, catatan atas laporan serta laporan operasional dan neraca.
“Maka, semua yang dicapai hari ini dijadikan sebagai motivasi ke depan bagi seluruh manajemen dan karyawan BPKS untuk lebih meningkatkan kinerja dan kerja sama yang lebih baik lagi,” kata Junaidi.








