Semarang – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) Jawa Tengah Yusuf Chudlori mengungkapkan partainya akan deklarasi Ketua Umum Muhaimin Iskandar sebagai calon presiden dalam peringatan ulang tahun partai itu di Sidoarjo pada Sabtu mendatang, 6 Agustus 2022. Yusuf mengklaim Muhaimin mendapat mandat dari sejumlah kiai untuk maju sebagai calon presiden.
“Karena Gus Muhaimin itu mendapat mandat dari kiai-kiai untuk capres,” ujar dia pada Rabu malam, 3 Agustus 2022.
Selain mandat dari para kiai, Yusuf mengatakan, rencana mengusung Muhaimin sebagai calon presiden juga merupakan aspirasi dari para kader partai berlambang bola dunia tersebut.
“Aspirasi dari kader-kader dari keluarga besar untuk maju di pilpres menjadi capres,” tuturnya.
PKB saat ini dikabarkan tengah menjalin koalisi dengan Partai Gerakan Indonesia Raya atau Gerindra. Akhir pekan lalu DPW PKB dan DPD Gerindra Jawa Tengah bertemu di Hotel Patra Kota Semarang menindaklanjuti kemungkinan kerja sama antara keduanya.
Kedua partai disebut akan mendeklarasikan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya dalam waktu dekat. Mereka bahkan akan melakukan pendaftaran calon peserta Pemilu 2024 bersama-sama ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Senin, 8 Agustus 2022.
Yusuf menyebut, deklarasi Muhaimin sebagai calon presiden itu tak akan mengganggu koalisi PKB dengan Gerindra. Menurut dia, koalisi sejauh ini belum menentukan nama yang akan maju sebagai calon presiden dan wakilnya.
Dia pun tak mempermasalahkan apabila nantinya Muhaimin Iskandar hanya akan menjadi calon wakil presiden bagi Prabowo Subianto, Ketua Umum Gerindra. Dia menyatakan hal itu akan dibicarakan di kemudian hari.
“Yang penting sekarang jalan dulu lah PKB dengan Gerindra. Kalau soal siapa presidennya dan wakilnya nanti dibicarakan di kemudian hari,” kata dia.
Sejumlah lembaga survei memang menyebutkan bahwa Prabowo Subianto memiliki elektabilitas yang lebih tinggi ketimbang Muhaimin Iskandar. Prabowo bahkan disebut sebagai satu dari tiga calon yang memiliki elektabilitas tertinggi. Dua nama lainnya adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.









