Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Peringati Setahun Berkuasa, Taliban Umumkan 15 Agustus Hari Libur Nasional Afghanistan

Admin1 by Admin1
15/08/2022
in Internasional
0
Peringati Setahun Berkuasa, Taliban Umumkan 15 Agustus Hari Libur Nasional Afghanistan

Presenter wanita Tolo News, Sonia Niazi, menggunkan penutup wajah saat siaran di ruang redaksi stasiun TV Tolo di Kabul, Afghanistan, 22 Mei 2022. Usai merebut Afganistan, Taliban telah menerapkan serangkaian larangan keras bagi perempuan dan anak perempuan. REUTERS/Ali Khara

Jakarta – Memperingati satu tahun keberhasilan pengambilalihan Afghanistan, Taliban mengumumkan tanggal 15 Agustus 2022 yang jatuh pada Senin ini sebagai hari libur nasional.

“(Tanggal) 15 Agustus adalah hari libur nasional di negara ini untuk menandai ulang tahun pertama kemenangan jihad Afghanistan melawan pendudukan Amerika dan sekutunya,” kata Taliban dalam pengumuman singkatnya seperti dilansir United News of India.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Taliban Abdul Qahar Balkhi mengungkapkan, meski pemerintahan kelompoknya di Afghanistan terbilang baru, tapi mereka berhasil membawa keamanan bagi Afghanistan. Dia pun mengeklaim, Afghanistan telah mulai menapaki jalan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran.

Dia mengatakan, kementerian-kementerian di pemerintahan Taliban melakukan semua upaya yang mungkin dan telah secara efektif mengatasi tantangan ekonomi domestik. Tantangannya antara lain menstabilkan mata uang lokal dan menciptakan lapangan kerja.

“Sekarang adalah tugas negara-negara asing, khususnya Amerika Serikat (AS), untuk melakukan bagian mereka dalam meringankan penderitaan rakyat Afghanistan dengan mencabut semua sanksi ekonomi sepihak guna membiarkan sektor perbankan dan ekonomi berfungsi secara optimal,” kata Balkhi dalam sebuah wawancara khusus dengan VOA.

Balkhi mendesak negara-negara Muslim dan dunia pada umumnya untuk mengakui pemerintahan Taliban di Afghanistan. Menurutnya pengakuan itu perlu diberikan jika mereka benar-benar menghendaki Afghanistan mewujudkan potensi penuhnya sebagai mitra dalam perdamaian, stabilitas, serta kemakmuran.

Dia kemudian menyangkal kritik internasional terhadap pembatasan yang diberlakukan Taliban pada wanita. Balkhi pun mengeklaim tidak ada tindakan represif terhadap media atau kebebasan sipil di Afghanistan.

“Sama seperti kami tidak ikut campur dalam urusan internal orang lain, kami juga menuntut negara-negara lain untuk tidak ikut campur dalam urusan dalam negeri Afghanistan serta untuk menunjukkan rasa hormat kepada orang-orang yang mencoba menyembuhkan secara organik setelah beberapa dekade resep yang dipaksakan asing,” kata Balkhi.

Taliban berhasil merebut kembali kekuasaan di Afghanistan pada Agustus tahun lalu. Kala itu mereka tak menghadapi perlawanan apa pun dari pasukan pemerintah sebelumnya yang dilatih AS. Hal tersebut memungkinkan para anggota Taliban merangsek memasuki ibu kota, Kabul, pada 15 Agustus. Sebelum ke Kabul, Taliban sudah menguasai sebagian besar wilayah di Afghanistan.

Pasukan AS dan sekutunya kemudian memutuskan hengkang dari Afghanistan setelah beroperasi di sana selama hampir 20 tahun. Sebelumnya pasukan AS merupakan sekutu utama pemerintahan Afghanistan dalam memerangi Taliban.

Kelompok Islam telah setuju untuk tidak mengizinkan Afghanistan digunakan oleh teroris transnasional, termasuk al-Qaida, untuk menargetkan Amerika dan sekutunya. Kelompok itu juga berjanji mereka akan menghormati hak-hak semua warga Afghanistan, termasuk perempuan, dan tidak membawa kembali kebijakan keras pemerintah mereka sebelumnya di Kabul dari 1996-2001.

Tetapi sejak merebut kembali kekuasaan, Taliban secara signifikan membatalkan hak perempuan untuk bekerja dan pendidikan dan menempatkan pembatasan pada kebebasan sipil, dengan mengatakan bahwa mereka sejalan dengan budaya Afghanistan dan Syariah atau hukum Islam.

Sumber: Tempo.co

Previous Post

DPP Partai Demokrat akan Gelar Diklat Akademi Demokrat Angkatan Ke – II

Next Post

Ekonom: Harga Mi Instan Tak Akan Naik 3 Kali Lipat

Next Post
Ekonom: Harga Mi Instan Tak Akan Naik 3 Kali Lipat

Ekonom: Harga Mi Instan Tak Akan Naik 3 Kali Lipat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Jadi Daerah Basis Mualem-Dekfadh, Anggaran Dayah untuk Aceh Utara Kalah Jauh dari Bireuen di APBA 2026

Ohku, BMKG Ingatkan Aceh Siaga Bencana Hidrometeorologi

10/04/2026
Pupuk Indonesia Bangun Dua Pabrik Metanol di Aceh dan Kaltim

Pupuk Indonesia Bangun Dua Pabrik Metanol di Aceh dan Kaltim

10/04/2026
Pertamina Pastikan Stok Avtur Embarkasi Haji Aceh Aman

Pertamina Pastikan Stok Avtur Embarkasi Haji Aceh Aman

10/04/2026
HUT ke-24 Abdya, Dr. Safaruddin Mampu Keluarkan Daerah dari Tekanan Fiskal

HUT ke-24 Abdya, Dr. Safaruddin Mampu Keluarkan Daerah dari Tekanan Fiskal

10/04/2026
Ohku, Wabup Pijay Didesak Nonaktif Sementara Demi Prinsip Equality Before The Law

Ohku, Wabup Pijay Didesak Nonaktif Sementara Demi Prinsip Equality Before The Law

10/04/2026

Terpopuler

Mualem Kantongi Dua Nama Calon Pengganti Abang Samalanga

Mualem Kantongi Dua Nama Calon Pengganti Abang Samalanga

09/04/2026

Dua Terpidana TPPU Masuk DPO Kejari Banda Aceh

20 Santri Al Zahrah Beunyot Dinyatakan Lulus SPAN PTKIN 2026

JKA; Diluncurkan Masa Irwandi, Ditiru Nasional, Serta ‘Dipangkas’ Era Mualem

Bupati Sibral Salurkan Jadup untuk 15.377 Jiwa Warga Pidie Jaya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com