Remaja itu terlihat tenang. Ia adalah Khairul Umam, 14 tahun, peserta kafilan Aceh.
Lantunan ayat Alquran yang dibacanya di babak penyisihan cabang Hafidz Al-Quran Golongan 1 Juz Tilawah Putra Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-29 tahun 2022, membuat penonton terhipnotis.
Khairul yang tampil STAI Darussalam Martapura, Kabupaten Banjar pada Jumat siang, 14 Oktober 2022.
Tidak ada seklipun bel yang berbunyi dari Dewan Hakim, yang berarti tidak ada kesalahan sedikitpun.
Putra asal Aceh Besar ini mengaku lega dan puas atas penampilannya tadi.
“Alhamdulillah lancar tanpa ada (bunyi) bel dari Dewan Hakim,” ujarnya.
Dia pun berharap, hasil tersebut dapat menghantarkannya menuju babak final dan menorehkan prestasi untuk Aceh.
Sementara itu, pelatih Ustadz Muhammad Zaini mengungkapkan rasa syukur dengan apa yang ditampilkan Kahirul di babak penyisihan ini.
“Alhamdulillah sangat memuaskan dan mendapat antusias dari penonton karena memang suara dia sangat merdu,” ucapnya.
Cuplikan ini merupakan salah satu penampilan kafilah Aceh di ajang MTQ nasional yang berlangsung di Banjarmasin beberapa waktu lalu. Hasil manis pun diraih oleh Aceh pada ajang tersebut.
Ya, kafilah Aceh berhasil mempertahankan posisi 10 besar nasional di ajang MTQ Nasional Banjarmasin. Kali ini, Aceh berada di rangking 8 dalam capaian angka prestasi.
“Alhamdulillah, ini tak lepas dari dukungan Pj Gubernur Aceh serta seluruh masyarakat Aceh untuk kafilah Aceh pada ajang pelaksanaan MTQ N ke XXIX di Banjarmasin, Aceh masih bisa mempertahankan posisi masuk dalam 10 besar, atau pada nomor urut delapan,” kata Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, EMK Alidar.
“Raihan ini semata-mata kami persembahkan untuk masyarakat Aceh yang notabene daerah pelaksanaan syariat Islam secara konsisten, kita mampu menggembleng anak-anak didik untuk tampil dengan baik dan maksimal. Buktinya sebanyak 6 orang peserta Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) kafilah Aceh berhasil menjadi finalis di Banjarmasin Kalimantan Selatan. Mereka berasal dari berbagai kategori.”
“Alhamdulillah kafilah MTQ Nasional dari Aceh berhasil masuk 10 besar dengan mengirim 6 finalis dari semuanya sudah tampil maksimal,” kata EMK Alidar dalam laporan langsung dari Banjarmasin, Selasa 18 Oktober 2022.
Alidar merinci, mereka yang berhasil menjadi juara adalah, juara 1 Khat Kontemporer Putri, juara II Hiasan Mushaf Putra dan juara III Kontemporer Putra.
“Tiga finalis lagi akan diumumkan hasilnya malam nanti pada acara penutupan MTQN XXIX di Kiram Park Banjarmasin,” kata dia.
Selanjutnya peserta kafilah Aceh juga mendapatkan juara harapan, di antaranya harapan I Cabang Tilawah Tartil Putra, harapan 1 Khattil Dekorasi Putra dan harapan 1Tafsir Bahasa Arab Putri.
Untuk harapan II, lanjut Alidar, didapatkan oleh peserta 5 Juz dan Tilawah Putri, dan Qiraah Sab’ah Murattal. Harapan II juga diperoleh dari cabang Qiraah Sab’ah Murattal. Harapan II juga diperoleh dari cabang Tilawah Anak-anak Putra, Khattil Quran Dekorasi Putri dan Khattil Quran Hiasan,Tafsir Bahasa Arab Putra dan Fahmil Quran Putri.
Sementara harapan III diperoleh oleh peserta dari Cabang Hifdhil 10 Juz Putri dan Syarhil Quran Putra.
“Anak-anak kita telah berjuang maksimal. Mudah-mudahan Aceh bisa kembali masuk urutan 10 besar MTQ Nasional,” kata EMK. Alidar.
“Khusus kepada pelatih khat kami sangat berterima kasih atas dedikasinya dengan mempersembahkan karya terbaik anak didiknya, dengan tekun dan sabar membina mereka sehingga kita bisa meraih prestasi yang luar biasa, “tuturnya.
Sebelumnya, Pemerintah Aceh melepas kafilah yang akan mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an XXIX yang akan berlangsung di Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan.
Pelepasan Kafilah Aceh dilakukan oleh Asisten Pemerintahan dan Keistimewaan Sekda Aceh M Jafar, didampingi Kepala Dinas Syariat Islam Aceh EMK Alidar, di Aula Dinas Syariat Islam Aceh, Sabtu (8/10/2022).

“Atas nama Pemerintah dan masyarakat Aceh, saya menyampaikan do’a semoga kafilah Aceh selalu dilindungi Allah selama mengikuti MTQN, sehingga dapat tampil maksimal dan Insya Allah meraih prestasi terbaik,” ujar M Jafar, saat membacakan sambutan Pj Gubernur Aceh.
Pada kesempatan tersebut, M Jafar mengapresiasi para pelatih dan official yang telah mencurahkan tenaga dan pikirannya untuk mempersiapkan kafilah Aceh mengikuti MTQ N Banjarmasin.
Apresiasi dan penghargaan juga sampaikan kepada Dinas Syariat Islam Aceh dan para pengurus LPTQ Aceh yang telah bekerja keras dalam mempersiapkan para kafilah dengan menhikuti pelatihan dan pemusatan latihan, baik di Aceh maupun di Jakarta.
“Kami optimis, dengan bekal pelatihan tersebut mampu menghantarkan peserta meraih hasik terbaik pada MTQ ke-29 di Banjarmasin,” kata M Jafar.
Sementara itu, Kadia Syariat Islam Aceh EMK Alidar, dalam laporannya menjelaskan, kafilah Aceh yang diberangkatkan hari ini sebanyak 100 orang yang terdiri atas peserta, pelatih, official, pendamping dan tim medis.

“Kafilah yang akan bertanding sebanyak 54 orang dan akan mengikuti beberapa cabang, yaitu tilawah anak (putra/putri), tilawah remaja (putra/putri), tilawah dewasa (putra/putri), tartil (putra/putri), tilawah tuna netra (putra/putri), qiraah saba’ah remaja (putra/putri), qiraah sab’ah mujawwad dewasa (putra/putri), qiraah sab’ah murattal dewasa (putra/putri), tahfidh 1 juz, 5 juz, 10 juz, 20 juz dan 30 juz (putra/putri),” ujar Alidar.
Selanjutnya, sambung Kadis Syariat Islam, tafsir bahasa Arab, tafsir bahasa Indonesia dan tafsir bahasa Inggris (putra/putri), fahmil Quran (putra/putri), syarhil Quran (putra/putri), khat tulisan buku (putra/putri), khat hiasan mushaf (putra/putri), khat dekorasi dan khat kontemporer (putra/putri) serta karya tulis ilmiah Quran (putra/putri).
“Untuk mempersiapkan para kafilah, DSI telah melakukan pemusatan latihan selama 25 hari yang dibagi dalam 3 tahap, yaitu tahap pertama 9 hari, tahap kedua 6 hari dan tahap ketiga 10 hari.
“Di tahap ketiga ada 13 peserta yang mengikuti training cenyer di Wisma Syahida Inn, Ciputat,” kata Alidar.
“Kami mengapresiasi para pelatih yang telah memberikan yang terbaik untuk mempersiapkan kafilah Aceh, sehingga siap mengikuti MTQ nasional ke-29 di Banjarmasin,” imbuh Kadis Syariat Islam.
Tulisan ini merupakan hasil kerjasama Dinas Syariat Islam Aceh dengan media atjehwatch.com








