Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Wali Nanggroe Lihat Masjid yang Nyaris Hanyut di Tamiang

Admin1 by Admin1
27/11/2022
in Lintas Timur
0

TAMIANG – Paduka Yang Mulia (PYM) Wali Nanggroe Aceh Tgk Malik Mahmud Al Haytar berkunjung ke Aceh Tamiang dalam rangka meninjau sejumlah desa yang paling parah terdampak banjir dan sekaligus menyalurkan bantuan sandang pangan kepada warga.

Malik Mahmud juga meninjau dampak erosi tebing sungai telah menggerus kawasan permukiman penduduk.

“Kondisi ini segera laporkan ke provinsi atau Balai Wilayah Sungai Sumatera I Aceh untuk segera ditangani agar erosi tidak semakin meluas,” kata Tgk Malik Mahmud Haytar di Aceh Tamiang, Sabtu.

Pernyataan itu disampaikan Wali Nanggroe Malik Mahmud ketika menyerahkan bantuan sembako di Desa Suka Jadi, Kecamatan Karang Baru yang merupakan desa terparah terdampak banjir karena berada langsung di pinggir sungai.

Tgk Malik Mahmud juga melihat sebuah bangunan masjid di tepi sungai hampir hanyut terbawa arus saat banjir. Pasalnya jarak masjid milik desa dengan titik erosi sungai hanya tinggal beberapa meter saja. Kemudian Wali Nanggroe berbincang serius dengan Bupati Aceh Tamiang Mursil terkait solusi untuk mencegah dampak erosi tersebut.

Menurut Malik Mahmud Al Haytar selain cuaca dan lingkungan, masalah banjir juga dipicu kondisi sungai yang dangkal. Pengendapan material tanah atau sedimentasi ini membuat sungai mudah meluap.

“Pendangkalan ini tidak hanya terjadi di Aceh Tamiang, tapi seluruh wilayah sungai (WS) Aceh. Salah satu solusinya tidak ada cara lain melakukan normalisasi sungai dari hulu hingga hilir (muara),” ujar Wali Nanggroe Malik Mahmud.

Salah seorang tokoh masyarakat Desa Suka Jadi Yulizar mengatakan arus kencang sungai saat banjir telah mengikis kawasan permukiman sekitar 10 meter. Dampak erosi disepanjang sungai itu sudah mengancam keberadaan rumah ibadah yang posisinya kini rawan amblas.

“Iya ini masjid yang pertama bakal kena dampak erosi. Semenjak banjir kemarin inilah, saya rasa 10 meter tidak kemana sudah termakan erosi. Sebelumnya ada juga erosi tapi tidak seperti ini perahnya,” ucap Yulizar.

Bupati Aceh Tamiang Mursil mengatakan akan segera membuat surat usulan ke pemprov Aceh untuk membantu rehabilitasi dan rekonstruksi pascabanjir termasuk dampak erosi dan kerusakan sungai Aceh Tamiang.

“Kita akan membuat usulan melalui surat resmi dengan tembusan disampaikan ke Wali Nanggroe untuk bisa di follow up/tindaklanjuti di tingkat provinsi nantinya,” sebut Mursil.

Bupati Mursil secara khusus menyampaikan apresiasinya kepada Wali Nanggroe Malik Mahmud Al Haytar yang datang tidak hanya meninjau tapi membawa bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Aceh Tamiang yang sangat membutuhkan.

Bahkan kata Mursil, Wali Nanggroe bersedia melawat ke dua kampung tepi sungai yang terparah dilanda banjir yaitu, Desa Suka Jadi, Kecamatan Karang Baru dan Desa Kota Lintang, Kecamatan Kota Kuala Simpang.

“Bantuan yang dibawa oleh Wali Nanggroe akan dibangikan langsung kepada warga tidak disimpan di gudang bupper stok milik Dinsos kita. Malam ini rencananya Pak Malik Mahmud akan nginap di Aceh Tamiang menghadiri acara pertunjukan seni, adat dan budaya Melayu Serumpun Tamiang,” ujar Mursil.

Dari pantauan di lapangan Wali Nanggroe Tgk Malik Mahmud yang mengenakan kemeja abu-abu dan celana hitam pertama kali meninjau Desa Kota Lintang sembari menyalurkan bantuan logistik. Di desa kawasan perkotaan ini terdapat 818 KK warganya terdampak banjir.

Sementara di Desa Suka Jadi, Karang Baru yang berpenduduk 160 KK atau sekitar 350 jiwa 90 persen warganya mengungsi akibat banjir.

Sumber: antara

Previous Post

Catatan Cemerlang DSI Aceh di 2022

Next Post

Survei: Publik Percaya Kasus Teddy Minahasa Bukti Ada Persaingan Tidak Sehat di Polri

Next Post

Survei: Publik Percaya Kasus Teddy Minahasa Bukti Ada Persaingan Tidak Sehat di Polri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

04/06/2026
Perumda Tirta Abdya Sekarang Terapkan GCG dan SOP untuk Perkuat Tata Kelola

Perumda Tirta Abdya Sekarang Terapkan GCG dan SOP untuk Perkuat Tata Kelola

04/06/2026
Ke-11 Kalinya Pemerintah Abdya Raih WTP dari BPK

Ke-11 Kalinya Pemerintah Abdya Raih WTP dari BPK

04/06/2026
IKAPI Aceh Tawarkan Aceh Books Fair dalam Konkernas

IKAPI Aceh Tawarkan Aceh Books Fair dalam Konkernas

04/06/2026
65 Santri SMAS Dayah Darul Quran Aceh Lulus Jalur Talenta USK, SPAN-PTKIN, dan SNBT 2026

65 Santri SMAS Dayah Darul Quran Aceh Lulus Jalur Talenta USK, SPAN-PTKIN, dan SNBT 2026

04/06/2026

Terpopuler

Nyan, Pidie Jaya Raih Peringkat Dua Pengelolaan KDMP Terbaik di Aceh

Nyan, Pidie Jaya Raih Peringkat Dua Pengelolaan KDMP Terbaik di Aceh

01/06/2026

Para Pejabat dan Kepala Puskesmas di Abdya Resmi Dilantik, Berikut Daftar Lengkapnya

23 Tahun Wafat, Pengaruh Abu Muhammad Ali Alfalaki Tetap Hidup: Ribuan Jamaah Padati Haul di Teupin Raya

Krak, Prabowo Mau Sambungkan Rel KA dari Lampung Sampai Aceh

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com