BANDA ACEH – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menggelar Indonesian Conference of Zakat (ICONZ) ke-6 di gedung Rektorat UIN Walisongo Semarang, 30 November hingga 1 Desember 2022. Wakil Ketua Bidang Pengumpulan dan Sosialisasi Baitul Mal Aceh, Dr Abdul Rani Usman, MSi mendapat kesempatan mempresentasikan makalahnya pada kegiatan tersebut.
Dalam keterangan tertulisnnya, Abdul Rani, Rabu (30/11/2022) mengatakan, Konferensi Internasional itu yang bertujuan untuk mempertemukan para ulama dan praktisi untuk membahas zakat di era modern yang dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Zainut Tauhid Sa’adi.
Abdul Rani memaparkan makalahnya tentang peningkatan promosi zakat di wilayah Aceh melalui berita Harian Serambi Indonesia, ia melakukan penelitian dengan melakukan analisis isi berita yang dipublikasi melalui media massa tersebut.
“Saya mewakili Baitul Mal Aceh pada ICONZ ke-6 di Semarang, mempresentasikan tentang peningkatan promosi zakat melalui berita serambi Indonesia, makalah tersebut merupakan hasil penelitian selama tiga bulan melalui pemberitaan,” ujar Akademisi UIN Ar-Raniry.
Rani menyebutkan, bahwa pengaruh berita Serambi Indonesia yang ia teliti terhadap peningkatan zakat dan infaq sangat signifikan, misalanya pada bulan November terjadi infaq telah melebihi 100 persen. Begitu juga zakat pada bulan november ini sudah mencapat 95 persen, diyakini pada akhir Desember nanti akan melibehi 100 persen juga.
Rani mengungkapkan, bahwa ada beberapa hal yang diutarakan dalam presentasinya pada ICONZ ke-6 di UIN Semarang, di antaranya hasil penelitian tersebut yang dilakukan selama tiga bulan di Baitul Mal Aceh melalui analisis isi berita yang dikirim oleh tim media.
Diakhir presentasi, Doktor Abdul Rani Usman mengatakan, zakat harus dikampanyekan setiap saat kepada muzakki, guna mengurangi kemiskinan ekstrem disekitar kita.
Wakil Menteri Agama RI, Zainut Tauhid Sa’adi dalam sambutannya mengatakan, bahwa zakat harus dikaji secara terus menerus, sebab jumlah ummat islam di Indonesia lebih 80 persen, namun zakat belum maksimal.
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI, Noor Achmad mengatakan, konferensi tersebut bertujuan untuk memperkaya khasanah pemikiran tentang zakat, kegiatan ini nantinya dapat memotret perkembangan yang ada terkait zakat sehingga ketika menuntut adanya pembaharuan zakat dapat dicarikan solusi.
“Diharapkan para akademisi banyak memberikan pemikirannya dalam konferensi ini, konferensi nantinya mampu menggali secara lebih dalam terkait potensi zakat produktif, sekaligus mendapatkan lebih banyak masukan, misalnya soal isu zakat dijadikan sebagai dana abadi,” kata Noor.
Noor Achmad mengaharapkan, konferensi tersebut juga dapat menjadi wadah implementasi masalah zakat di Indonesia supaya lebih mudah di masa mendatang. []








