MEUREUDU – Diduga sarat permainan, Komisi Independen Pemilihan (KIP) Pidie Jaya akan lakukan tes tulis dengan manual tidak menggunakan dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) untuk calon Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).
Hal itu dikatakan oleh salah satu calon PPK, Ml, kepada atjehwatch.com, Minggu, 3 Desember 2022.
Menurunnya, kejanggalan KIP Pijay sudah tercium setelah dia mendapat informasi dari salah satu staf kantor KIP Pidie Jaya.
“Saat saya membawa berkas hard copy ke kantor KIP Pijay seminggu yang lalu, ada salah satu staf di kantor KIP mengatakan untuk tes tulis akan dilaksanakan dalam beberapa hari kedepan secara manual di sekolah SMP dan SMA di kecamatan Meureurdu, tidak dengan sistem CAT seperti tes Panwascam yang dilaksanakan oleh Bawaslu Pijay, maka dari itu kami merasa ada indikasi permainan oleh Komisioner dan Sekretariat KIP Pijay untuk meluluskan calon PPK sesuai keinginan mereka,” ujar Ml.
Dikatakannya, maka dari itu Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) harus turun ke Pidie Jaya untuk mengawasi langsung tes tulis calon PPK.
“DKPP harus turun gunung mengawasinya, jika tidak maka akan ada gejolak, karena indikasi kuat KIP Pijay akan meluluskan PPK dari hasil rekomendasi para pemangku kebijakan yang ada dijajaran Pemerintah Pidie Jaya dan tentunya sesuai keinginan para komisioner dan sekretariat KIP Pijay tidak berdasarkan hasil kemampuan para peserta Calon PPK,” kata MI.
Dijelaskannya, di proses administrasi saja ada yang sudah lengkap berkasnya, tapi tidak lulus ADM nya, pengumuman pun tanpa pleno para komisioner, karena ketua dan tiga komisioner masih di Jakarta, hanya M. Yusuf yang ada di daerah.
“Jadi besar kemungkinan tanda tangan empat komisioner di pengumuman ADM itu dipalsukan atau di scen oleh secretariat. Jadi cacat hukum, dan perlu di usut tuntas, apalagi tes tulis pasti akan ada kecurangan, bisa melalui bocor kunci jawaban atau penambahan nilai karena tidak dilakukan dengan tes CAT.”
“Kita berharap sistem CAT dilakukan untuk tes tulis PPK agar transparan, karena jelas nilai kemampuan para peserta yang mengikuti tes CAT, jika tidak, patut dicurigai KIP Pidie Jaya penuh dengan permainan,” ujar MI dengan nada bertanya.
Sementara ketua Divisi SDM KIP Pidie Jaya M. Yusuf enggan berkomentar. Sosok itu terkesan buang badan. Sementara ketua komisioner KIP serta para Komisioner KIP Pidie Jaya dan sekretariat KIP Pidie Jaya saat dikonfirmasi enggan menjawabnya.









