LHOKSEUMAWE – Peningkatan kualitas minyak serai wangi lewat peningkatan kualitas alat hidrodistilasi menjadi alat hidrodistilasi vakum dilakukan oleh tim peneliti dan mahasiswa dari Politeknik Negeri Lhokseumawe melalui program Riset Keilmuan Terapan Dalam Negeri – Dosen PT Vokasi (PTPPV) yang diselenggaarakan oleh Kemendikbudristek dan LPDP.
Penelitian ini diketuai oleh Ir. Syafruddin (Dosen Jurusan Teknik Kimia), M.Si bersama 4 anggota lainnya yaitu Reza Fauzan, ST, M.Sc (Dosen Jurusan Teknik Kimia), Zulfan Khairil Simbolon, ST, M.eng (Dosen Jurusan Teknik Informasi dan Komunikasi), Ir. Rizal Syahyadi, ST., M.Eng.Sc. (Dosen Jurusan Teknik Sipil) , Irma Munawwara (Mahasiswa Jurusan Teknik Kimia).
Berdasarkan informasi yang diperoleh, bahwa tim peneliti ini mengajukan proposal dengan judul “Penerapan Teknologi Vacuum Hidrodistilasi Untuk Produksi Double Function Anti-Insecta Room Fragrance Minyak Sereh Wangi di Kabupaten Aceh Utara.”
Mengandalkan teknologi vacuum dalam menyuling suatu bahan atsiri, diketahui dapat meningkatkan kualitas minyak atsiri.
Dikarenakan selama ini permasalahan yang dialami oleh salah satu mitra DUDI lokal ialah harga minyak atsiri sereh wangi khususnya dihargai dengan harga yang sangat rendah. Oleh karena itu, tim periset mencoba memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh tim periset dengan meningkatkan kualitas minyak atsiri melalui peningkatan teknologi penyulingan yakni alat hidrodistilasi vakum.
Teknologi Vacuum Hidrodistilation merupakan teknologi penyulingan yang dioperasikan pada tekanan dibawah atmosfer, sehingga titik didih air menjadi sangat rendah dan mempercept terjadinya penyulingan. Adapun keuntungan yang diperoleh dari distilasi ini ialah menghasilkan rendemen yang tinggi serta tidak merusak komponen zat yang dipisahkan karena titik didihnya rendah. Dengan begitu minyak sereh wangi yang diperoleh akan tetap terjaga kualitasnya.
Syafruddin menjelaskan bahwa, minyak sereh wangi memiliki kandungan komponen utama berupa sitronelal, sitronelol dan geraniol yang memberikan wangi khas citrus. Ketiga komponen utama persyaratan mutu ekspor tersebut belum memenuhi kualifikasi minyak sereh wangi yang dimiliki oleh petani Kabupaten Aceh Utara. Oleh karena itu, dengan adanya peningkatan kualitas alat hidrodistilasi ini diharapkan dapat membantu petani serta mitra dalam meningkatkan kualitas minyak sereh.
Dalam penelitian ini para tim periset melakukan beberapa kegiatan seperti merancang alat hidrodistilasi, mengedukasi standar kualitas minyak sereh wangi, memperkenalkan teknik penyulingan modern untuk meningkatkan kualitas minyak, melakukan pengujian alat hidrodistilasi vakum. Alat hidrodistilasi ini sendiri terdapat pada kawasan mitra DUDI yang berada di Desa Jeulikat Kabupaten Aceh Utara.
Bukan hanya itu saja, tim periset menciptakan sebuah produk inovasi hasil turunan minyak sereh wangi yang sedang trend saat ini, produk yang memiliki dua manfaat sekaligus yaitu room fragrance dan anti-insecta.
Nurhanifa selaku mitra dudi PT. Fugha Pratama Mandiri yang bekerja sama dengan tim periset dalam hal ini menerangkan bahwasanya, dengan adanya program ini dapat meningkatkan kualitas minyak sereh wangi yang dimiliki oleh para petani sehingga dapat meningkatkan nilai penjualan minyak sereh wangi dari yang dahulu para spekulan tidak menerima minyak sereh wangi dikarenakan kualitas yang dihasilkan.
Syafruddin bersama rekan rekan tim peneliti mengharapkan dengan adanya alat hidrodistilasi ini, para petani sereh wangi khususnya di kabupaten Aceh Utara dapat mendiversifikasi produk turunanan olahan dari minyak sereh wangi. Sehingga tidak bertumpu pada penjualan sereh wangi maupun minyak sereh wangi yang biasanya dibandrol dengan harga murah.
“Program ini sangat memberikan peluag kepada para masyarakat untuk terus kreatif dan berani berkata mengenai permasalahan yang mereka hadapi. Sehingga kami harapkan kedepannya alat hidrodistilasi vakum ini bermanfaat dan menjadi motivasi masyarakat dalam menciptakan produk turunan,” ujar Syafruddin dengan semangat.[]










