PRIA paruh baya ini bernama Rusli. Tubuhnya kurus. Rambutnya sudah memutih. Demikian juga dengan kumisnya.
Ia mengenakan peci berwarna putih dan baju koko yang lumayan rapi.
Urat tangan terlihat dengan jelas. Itu menandakan usianya yang tak lagi muda. Ia mengaku kelahiran tahun 1977 atau sudah berumur 49 tahun.
Meski sudah berumur hampir setengah abad, Rusli mengaku masih cukup sehat hingga bisa ke lokasi tausiah Ustadz Abdul Somad (UAS). Ya, Rusli dan keluarga memang memendam rindu yang amat dalam untuk bertemu dengan UAS.
Hal ini pula yang membuatnya rela berjalan kaki untuk melihat UAS meski dari jauh.
Ya, rumah Rusli berjarak sekitar 3 kilometer dari Dayah Bahrul ‘Ulum Diniyah Islamiyah (BUDI) Lamno.
Air matanya kemudian tiba-tiba tumpah saat disapa. Wajahnya berkaca-kaca.
“Doa lon ka terkabul uroe nyoe,” katanya tiba-tiba.
Minggu subuh tadi, kata Rusli, ia berdoa untuk dipertemukan dengan UAS di Dayah BUDI Lamno. Ini karena di Dayah BUDI Lamno-lah, satu-satunya Rusli dan keluarga bisa bertemu dengan sosok ulama yang diidolakannya sejak dulu.
Selama ini, Rusli mengaku cukup rutin melihat video ceramah UAS. Rusli juga cukup rutin memperoleh informasi tentang aktivitas UAS di Aceh dan daerah lainnya. Ia juga tahu bahwa salah seorang terdekat dengan UAS adalah senator DPD RI asal Aceh HM Fadhil Rahmi Lc MA.
“Ustadz Fadhil-kan?”
“Selamatnyoe lon cukop sering kalon video-video UAS. Saat UAS ditolak (kedatangan-red) di Singapura, lon termasuk salah seorang yang cukop kecewa,” kata dia.
Namun, kata Rusli, yang jadi kendala adalah faktor ekonomi yang membuatnya tak mampu hadir ke lokasi acara saat UAS berada di Aceh.
“Hana peng,” ujarnya singkat.
Nah, saat tahu kalau UAS dan Syech Fadhil akan berkunjung ke Dayah BUDI Lamno, harapan Rusli untuk bertemu dengan UAS cukup tinggi. Ia mengaku sempat kecewa saat ada kabar kalau kedatangan UAS ke Lamno terancam batal.
“Lon sembahyang dan berdoa supaya beu jadeh UAS jak u Lamno. Termasuk barosa.”
“Watee aneuk di Dayah BUDI peugah ka jadeh UAS jak. Munoe bungoh lon meudoa supaya merumpok dengue UAS,” katanya lagi dengan berlinang air mata.
Ternyata doa Rusli akhirnya terkabul. Ia mengaku akhirnya bisa ketemu UAS.
Tadi pagi, saat berdiri di depan rumah pimpinan dayah BUDI Lamno, ia berpas-pasan dengan rombongan UAS yang baru tiba. Saat rombongan ini kemudian dijamu makan siang di rumah tadi, ia tiba-tiba terdorong hingga ke ruang makan.
“Meuteumeu pajoh bu dengoe UAS,” ujarnya berkaca-kaca.
Tak hanya itu, ia juga berkesempatan salaman dengan dai kondang tersebut.
“Meuteumeu mat jaroe UAS. Luar biasa. Harapan lon ka terpenuhi,” katanya lagi. Ia kemudian menyekat air mata dan tersenyum sumbrigah.










