HUJAN mengguyur deras kawasan Dayah Darussalam, Labuhan Haji, Kabupaten Aceh Selatan, saat kami singgah di sana, Senin sore, awal pekan ini.
Abi Hidayah menyambut kedatangan kami dengan senyum sumbringah. Suaranya cukup keras terdengar meski guyuran hujan kian lebat.
Abi Hidayat adalah salah seorang anak dari almarhum Prof. Mubibuddin Waly yang kini dipercayakan sebagai Sekretaris Dayah Darussalam Labuhan Haji.
Syech Fadhil bergegas turun dari mobil untuk bersalaman dengan sosok bersahaja tadi. Gerak Syech Fadhil disusul oleh Ustadz Ahmad Syukran dan Al Mahidir, dua orang yg menyertai Syech Fadhil, yang juga ikut dalam rombongan ini.
Sementara penulis turun belakangan.
“Gimana sehat?” ujar Abi Hidayat sambil memeluk Syech Fadhil. Keduanya kemudian bercerita soal aktivitas masing-masing.
Sekitar 10 menit berlalu, sosok Amal Muhibuddin Waly kembali bergabung. Nama yang terakhir adalah Bacalon DPD RI di Aceh yang kandas di tahapan pendaftaran.
Sosok Amal sempat menggugat ketidaklolosan dirinya ke Panwaslih Aceh. Namun atas berbagai pertimbangan, dirinya akhirnya mencabut gugatan tersebut.
“Atas berbagai pertimbangan, akhirnya saya cabut gugatannya. Ini juga atas saran Abi Hidayat,” kata Amal.
“Tapi hati saya justru plong. Tidak ada perasaan kecewa sedikit pun,” kata Amal lagi.
Ketiganya kemudian membahas soal pentingnya Fiqh Siyasah untuk para santri di Aceh. Santri harus melek politik. Karena bagi ketiganya, kehidupan masyarakat tidak bisa terlepas dari keputusan dan kebijakan politik.
Abi Hidayat berharap Syech Fadhil tetap semangat dalam menjalankan perannya sebagai senator Aceh meski dihantam oleh fitnah-fitnah dari pihak-pihak yang tak bertanggungjawab.
“Ini tahun politik,” kata Abi Hidayat.
“Ya. Karena sekarang memang ada kampanye hitam yang meragukan kedayahan saya,” ujar Syech Fadhil tersenyum. Hal ini disambut tawa lebar dari Abi Hidayat dan Amal.
“Saya tahu, saya dengar, ” kata Abi Hidayat.
“Itu tugas saya nanti, clear itu,” ujarnya lagi.
Kemudian Abi Hidayat juga memaparkan harapannya soal adanya TPS khusus di Dayah Darussalam saat hari pencoblosan nanti.
“Permintaan ini sudah kita sampaikan. Mudah-mudahan dipenuhi,” kata Abi Hidayat.
Sementara Teungku Amal sendiri, mengaku mendukung sepenuhnya langkah Syech Fadhil melalui jalur perseorangan.
“Kalau saya, insya Allah ke DPR Aceh,” kata Teungku Amal.
“Kita saling menguatkan,” ujarnya lagi.
“Insya Allah,” kata Syech Fadhil.
Sebagaimana yang perlu diketahui, Dayah Darussalam Labuhan Haji atau Ma’had Tarbiyah Islamiyah Teungku Syaikh Haji Muda Waly Dayah Induk Darussalam Al-Waliyyah adalah dayah atau pondok pesantren yang terletak di Blang Poroh, Labuhan Haji Barat, Aceh Selatan.
Dayah ini didirikan pada masa awal penjajahan Jepang tahun 1942 oleh Syekh Muhammad Waly gelar Abuya Muda Waly, ulama Naqsyabandiyah, reformis pendidikan dayah dan perintis Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) di Aceh.
Dayah Darussalam merupakan salah satu dayah tertua di Aceh.
Beberapa ulama kharismatik Aceh sempat berguru ke Dayah Darussalam, seperti Abu Tumin dan Abu Mudi Samalanga.
Hampir sejam di Dayah Darussalam, rombongan Syech Fadhil akhirnya meminta izin untuk pamit. Ketiganya sempat untuk terus berkomunikasi.
“Saya doakan semoga sehat selalu,” ujar Abi Hidayat.
“Saling support, saling mendoakan. Sampaikan salam takzhim saya kepada Abuya Mawardy, ” Syech Fadhil menimpali. Abuya ketika itu sedang tidak di tempat.










