LHOKSEUMAWE – Ketua Partai Adil Sejahtera (PAS) Aceh Utara, Teungku Muhammad Nur, mengatakan kehadiran PAS diharapkan menjadi harapan baru Aceh dan menjadi penyeimbang dalam memperjuangkan aspirasi rakyat.
Hal ini disampaikan pria yang akrab disapa Waled Tabina Aceh itu terkait statemen mantan juru bicara KPA Pase, Halim Abe di salah satu media online lokal di Aceh.
“Sebenarnya berbeda itu indah, apalagi kita dibesarkan oleh keberagaman dan perbedaan. Tapi jangan jadikan perbedaan untuk menghancurkan hal yang sudah digariskan oleh ulama-ulama Aceh,” kata mantan aktivis kemanusiaan semasa Aceh masih berkonflik ini, Minggu 5 Maret 2023.
“Aceh hari ini termiskin di Sumatera itu akibat perpolitikan yang tidak stabil, dan telah tercatat dalam sejarah kejayaan Aceh itu di tangan ulama. Maka bukalah sekatan hati dan mata untuk menerima kebenaran dan kemakmuran.”
“Mengindikasikan munculnya kegundahan politik di kalangan cendekiawan dengan hadirnya PAS itu, asumsi Halim Abe yang tidak berdasar, karena PAS hadir dari kesadaran politik ulama dan cendikiawan menjadi cikal bakal peletakan pilar baru dalam perpolitikan Aceh,” kata Teungku M. Nur lagi.
“Catatan sejarah telah terulang. Di saat kedaulatan Aceh mulai terancam dengan agresi Belanda dan para sultan tak berdaya, maka ulama turun tangan untuk menyelamatkan yaitu Teungku Chik di Tiro sebagai penerima mandat,” ujarya.
“Sejarah membuktikan bahwa ulama memiliki peran penting saat krisis politik terjadi.”
“Begitu juga saat partai politik lokal terancam dan hilang kepercayaan masyarakat. Ulama juga yang akan menyelamatkan dengan hadirnya PAS,” katanya lagi.











