Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nasional

Kasat Narkoba Polres Jaktim Tewas di Rel Kereta, Diduga Bunuh Diri

Atjeh Watch by Atjeh Watch
30/04/2023
in Nasional
0

Jakarta – Kasat Narkoba Porles Metro Jakarta Timur AKBP Buddy Alfrits Towoliu tewas tertabrak kereta di jalur Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu (29/4). Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian terjadi sekitar pukul 10.15 WIB.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan dugaan sementara AKBP Buddy melakukan tindakan bunuh diri. Namun ia menegaskan pihak kepolisian masih terus menyelidiki tewasnya AKBP Buddy.

“Didapatkan untuk sementara hari dari langkah-langkah yang kita lakukan ini patut diduga bunuh diri,” kata Truno di tempat kejadian sekitar Stasiun Jatinegara, Jakarta, Sabtu (29/4) berdasarkan rekaman yang diterima CNNIndonesia.com.

AKBP Buddy, lanjut Truno, disebutkan sempat memiliki riwayat sakit empedu. Buddy menurutnya sempat menjalani pengobatan dan operasi untuk penyembuhan empedu sekitar dua pekan belakangan ini.

AKBP Buddy, lanjutnya, menjalani operasi di RS Pondok Indah Jakarta. Buddy juga sempat meminta izin menjalani pengobatan kepada Kapolres Metro Jaktim Kombes Leonardus Simarmata.

“Jauh sebelumnya kejadian ini yang bersangkutan ini sakit, berobat, berobat, kemudian menjalani beberapa medis tentunya jadi bahan untuk proses penyelidikan, yang sakitnya adalah di empedu,” kata dia.

Sementara itu, Keluarga AKBP Buddy membantah dugaan meninggalnya Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Timur itu akibat bunuh diri di rel kereta api Jatinegara, Jakarta Timur.

Penolakan disampaikan oleh paman mendiang, Cyprus A Tatali. Penolakan dugaan berdasarkan pada latar belakang kehidupan AKBP Buddy sebelum meninggal.

“Dari pihak keluarga kalau dituduh bunuh diri itu kami menolak, sangat menolak,” katanya seperti dikutip dari detik.

Ia mengatakan keponakannya tersebut sebelum meninggal tak mengalami gangguan jiwa. Selain itu, keluarganya juga bahagia dan tidak mengalami kesulitan ekonomi.

“Kalau gangguan jiwa tidak mungkin. Dia sekarang mendapat tugas baru di Kasat Narkoba Polres Jakarta Timur,” kata Cyprus.

Cyprus menyebut AKBP Buddy sempat menerima telepon dari sosok misterius satu jam sebelum ditemukan meninggal di rel kereta Stasiun Jatinegara.

Usai menerima telepon dari sosok misterius itu, AKBP Buddy langsung beranjak dari Polres Metro Jakarta Timur menggunakan jasa ojek online, padahal Buddy berangkat kerja mengendarai mobil pribadinya.

Cyprus pun mengatakan keluarga mencurigai ada peran mafia narkoba di balik kematian AKBP Buddy. Kecurigaan itu berkaitan dengan jabatan Kasat Narkoba Polres Jakarta Timur yang baru diemban Buddy selama dua pekan.

“Kami menduga karena ada jabatan baru mungkin ada yang diduga dia mau sidik, kan Kasat Narkoba, kan narkoba di situ kan berhadapan di situ mafia, pelaku-pelaku mafia,” katanya.

Cyprus juga menduga keponakannya dibunuh dan jasadnya dibuang ke rel kereta api di kawasan Jatinegara. Ia curiga AKBP Buddy sengaja dibuang ke rel kereta untuk menghilangkan jejak aksi pembunuhan.

“Kalau menduga juga kalau ada perbuatan sebelumnya, dibunuh baru dibuang di tengah rel kereta. Kan salah satu cara hilangkan jejak atau hilangkan jejak juga dibakar. Itu cara hilangkan jejak,” ujar Cyprus.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

4.000 Pekerja di Iran Terancam Dipecat Gegara Mogok Tuntut Upah Naik

Next Post

Istri Korban Penganiayaan Turis Australia Diminta Tanggung Kebutuhan Hidup

Next Post
Istri Korban Penganiayaan Turis Australia Diminta Tanggung Kebutuhan Hidup

Istri Korban Penganiayaan Turis Australia Diminta Tanggung Kebutuhan Hidup

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Lewat Tulisan Lindawati, Penyuluh KUA Tangan-Tangan Berkarya untuk Umat

Lewat Tulisan Lindawati, Penyuluh KUA Tangan-Tangan Berkarya untuk Umat

24/09/2026
Delegasi AS Walk Out saat Presiden Iran Pidato di Sidang PBB

Delegasi AS Walk Out saat Presiden Iran Pidato di Sidang PBB

24/09/2026
Presiden Iran Bawa Foto Anak-anak Sekolah Tewas Dibom AS ke PBB

Presiden Iran Bawa Foto Anak-anak Sekolah Tewas Dibom AS ke PBB

24/09/2026
LPPM IAIN Takengon Gelar Coffee Morning, Perkuat Kolaborasi Riset Berbasis Data

LPPM IAIN Takengon Gelar Coffee Morning, Perkuat Kolaborasi Riset Berbasis Data

23/09/2026
Tingkatkan Mutu Layanan, Direktur RSUD Teungku Peukan: Tahun ini Ada 178 Nakes Telah Ikut Pelatihan

Tingkatkan Mutu Layanan, Direktur RSUD Teungku Peukan: Tahun ini Ada 178 Nakes Telah Ikut Pelatihan

23/09/2026

Terpopuler

Kasat Narkoba Polres Jaktim Tewas di Rel Kereta, Diduga Bunuh Diri

30/04/2023

Utang RSUDZA Tembus Rp416,97 Miliar, Nasrul Zaman: Periksa Manajemen Lama

DPRK Pidie Jaya Rindu Wakil Bupati Hadir di Paripurna: Semoga Bupati Bisa Gandeng Tangan

Rp1,005 Triliun Belanja Pidie Jaya: Naik Lebih Cepat dari Pendapatan, FKPD Tagih Transparansi

Bank Aceh Sosialisasikan Internet Banking Corporate kepada Satuan Pendidikan di Bireuen

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com