BLANGPIDIE – Anak adalah karunia Allah SWT yang harganya tidak dapat dinilai dengan uang. Demikian berharganya, orang tua dituntut untuk serius dalam membimbing dan mendidik mereka. Mendidik anak tidak sekedar menjadikan mereka cerdas, kreatif, terampil, atau sehat secara fisik. Yang tak kalah penting adalah bagaimana menjadikan mereka manusia yang berakhlak mulia dan shleh/shalehah.
Sebagai orang tua, terkadang kita sering melakukan kesalahan-kesalahan yang secara tidak sadar menjadikan anak kita menjadi anak yang tidak shaleh/shalehah.
Hal tersebut disampaikan salah seorang pendakwah, Tgk. Syukurllah, asal Gampong Pangwa Kecamatan Meurudu Kabupaten Pidie Jaya dalam dakwahnya pada acara Khitanan Teuku Muhammad Asyraf Al Fatih dan Teuku Muhammad Khalid Shaquil Ayyubidi anak dari Faisal Khamaruddin dan Dinda Handriyanti. S di Gampong Padang Geulumpang Kecamatan Jeumpa Abdya, Jum’at malam (12/05/2023).
Dihadapan para majelis dakwah tersebut, Tgk. Syukurllah memaparkan beberapa kesalahan orang tua dalam mendidik anak;
Pertama, menumbuhkan rasa takut dan minder kepada anak.
Terkadang kita sering menakut-nakuti anak kita agar berhenti menangis atu tidak rewel. Kita takuti anak kita dengan gambaran hantu, jin, suara-suara yang menakutkan dan lain-lain. Akibatnya anak akan tumbuh menjadi anak yang penakut, tidak percaya diri dan tidak mandiri. Akhirnya kemana-mana slalu minta ditemenin, kemana-mana maunya bersama orang tua. Ke kamar mandi, ke sekolah, mau tidur dan lain-lain minta slalu ditemenin orang tua, aktifitas yang semestinya bisa mereka kerjakan sendiri.
Kedua, Membiasakan anak bergaya hidup mewah
Dengan membiasakan anak bergaya hidup mewah akan membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang hedonis dan asosial. Kalau kita lihat di lingkungan kita sekarang, hampir sebagaian besar anak kemana-mana bergaya dengan faisyen-nya. Anak-anak dimanjakan dengan segala fasilitas yang akhirnya mereka tumbuh menjadi pribadi yang tidak punya daya juang. Mereka slalu berharap terhadap fasilitas yang diberikan orang tuanya. Mereka tidak belajar bagaimana mencapai sesuatu yang diinginkan dengan sebuah perjuangan. Mereka tumbuh menjadi anak yang mudah putus asa dan mudah menyerah.
Ketiga, selalu berkata “YA” untuk permintaan anak
Terkadang dengan mengatasnamakan untuk mengatasi kerewelan anak, merasa kasihan atau karena mereka merasa kita slalu memenuhi permintaan anak kita. Hal ini salah satu kesalahan yanga fatal orang tua dalam pola pengasuhan anak. Anak yang slalu ditenangkan dengan pemenuhan kemauannya akhirnya akan menjadikaan tangisan dan amukan sebagai senjata ampuh untuk menaklukkan orang tua. Dan kalau orang tua terus memenuhinya, bersiap-siaplah anak anda menjadi anak yang lemah, cengeng dan tidak punya jati diri.
Keempat, Lebih memperhatikan kebutuhan jasmaninya.
Banyak orang tua selama ini mengira bahwa mereka telah memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya dengan memenuhi hajat hidup dunianya. Mereka lupa bahwa anak-anak juga perlu nutrisi untuk bathinnya. Mereka baru sadar ketika si anak mempunyai orang tua tandingan, yakni televisi, babysitter, anak-anak jalanan, dan lain-lain. Mereka baru sadar pada saat anak lebih menurut dan patuh pada bebysitternya daripada kepada orang tuanya sendiri. Maka marilah kita memberikan waktu luang kita untuk anak-anak kita. Masukkanlah data-data positif buat mereka.
Kelima, Sekolah
Dengan alasan fasilitas dan kualitas pengajaran yang bagus, banyak orang tua rela memasukkan anak-anak mereka ke sekolah-sekolah yang mahal, bahkan sekolah-sekolah misionaris (non Islam). Dengan demikian, anak-anak tidak masuk dalam lingkuangan yang Islami, yang mendukung pendidikan akidah dan tauhid anak-anak kita. Mereka akan tumbuh dan berkembang atas dasar kesesatan. Apalagi yang dapat kita harap kalau sudah begini.
“Marilah kita menyekolahkan anak-anak kita di sekolah-sekolah Islam, pesantren atau dayah yang dapat mendidik anak-anak kita menjadi anak-anak yang kuat iman dan aqidahnya, sehingga mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang kuat, beriman dan bertaqwa serta berakhlakul karimah,” pekik Tgk. Syukur.
Semua pilihan ada ditangan kita sebagai orang tua, marilah kita selalu berusaha mendidik anak-anak kita dengan pola pendidikan yang benar dan yang terbaik untuk mereka. Ketika anak-anak kita menjadi anak yang shaleh/shalehah,maka mereka akan dapat mendoakan kita diakhirat kelak. Tetapi sebaliknya, jika mereka menjadi anak yang tidak Shaleh/shalehah maka menjadi tanggungjawab kita sebagai orang tuanya.
“Ingat bapak/ibu, kita akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah atas apa yang telah diamanatkan Allah kepada kita sebagai orang tua. Semoga kita termasuk orang yang dapat menjaga diri dan keluarga dari api neraka. Amin… Wallahu’alam bissawab,” pungkas Tgk. Syukurllah. (Rusman)










