LANGSA – Senator DPD RI asal Aceh, HM Fadhil Rahmi Lc MA, meminta para mahasiswa untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara dengan kegiatan-kegiatan yang positif. Pasalnya, pembangunan yang sedang digenjot di Aceh saat ini dinilai penting untuk mengejar ketertinggalan Aceh dibanding daerah lainnya di nusantara.
Hal ini disampaikan pria yang akrab disapa Syech Fadhil ini dalam diskusi 4 pilar kebangsaan di Program Studi Hukum Tatanegara Fakultas Syariah IAIN Langsa, Minggu 21 Mei 2023.
Kegiatan kuliah umum tersebut berlangsung di Aula Fakultas Syariah IAIN Langsa serta dihadiri seratusan mahasiswa dari berbagai kampus setempat.
Hadir dalam kegiatan ini Ketua Prodi Hukum Tatanegara, H. Syawaluddin Ismail Lc MA, serta sejumlah dosen fakultas lainnya.
Menurutnya, bangsa Indonesia terdiri dari keberagaman, baik suku, bahasa, serta agama. Namun hal ini merupakan keunikan yang juga menjadi kekuatan dasar bagi negara ini untuk menjadi negara maju di masa depan.
Kata dia, sama halnya dengan Kota Langsa yang juga memiliki keberagamaan etnis suku serta bahasa yang berbeda.
“Keberagaman inilah yang membuat kita menjadi kuat. Tuhan menciptakan kita bersuku-suku untuk saling mengenal dan menguatkan,” ujar senator yang dikenal dekat dengan para ulama kharismatik di Aceh ini lagi.
Kata Syech Fadhil, salah satu pemersatu bangsa Indonesia adalah 4 pilar kebangsaan.
“Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Ini penting dan berguna untuk meningkatkan kesadaran kita tentang kehidupan berbangsa dan bernegara bersama masyarakat,” katanya.
“Kita (Aceh-red) pernah mengalami konflik yang panjang. Hampir 32 tahun. Kemudian Tsunami dan damai. Saat inilah diperlukan perdamaian dan persatuan kita untuk mengenjot ketertinggalan pembangunan dengan daerah lain. Maka kuncinya adalah persatuan dan kesatuan,” ujar Syech Fadhil.
“Nasionalisme orang Aceh itu tinggi. Sejarah membuktikan bahwa Aceh selalu hadir saat negara ini kritis. Sumbangan dua pesawat di awal-awal kemerdekaan dan kemudian radio rimba raya. Oleh karena itu, jangan mau diprovokasi kembali,” kata sahabat Ustadz Abdul Somad di Aceh ini lagi.












