Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Feature

Saat Warga Mane Berharap Merdeka

Atjeh Watch by Atjeh Watch
23/07/2023
in Feature
0
Saat Warga Mane Berharap Merdeka

Hari sudah gelap saat kami memasuki kawasan Pidie, Kamis malam 20 Juli 2023 lalu.

Kami berlima semobil saat itu. Ada Teungku Mirzan dan Teungku Sayed dari alumni timur tengah, Ahdar selaku pengiat sosial media, penulis serta Senator DPD RI asal Aceh HM Fadhil Rahmi Lc MA atau akrab disapa Syech Fadhil.

Rombongan kemudian memutuskan untuk salat Magrib di Masjid ‘Ufo’ Padang Tiji. Nama tadi tentu bukan nama yang sebenarnya. Bentuknya yang unik dan kerangka bangunan seperti piring terbang membuat nama tadi melekat untuk masjid ini.

“Kita makan malamnya di Alue Landong. Sudah ditunggu sama warga setempat,” ujar Teungku Mirzan kepada penulis usai salat Magrib.

Alue Landong adalah nama salah satu dusun di Mane kabupaten. Lokasi tersebut adalah tujuan kami saat ini.

Mobil yang kami melaju dengan kecepatan sedang. Melewati Kota Sigli hingga akhirnya tiba di Beureunuen. Dari Beureuneun mengarah ke kiri menuju ke Tangse hingga akhirnya tiba di Alue Landong sekitar pukul 10.12 WIB.

Jaringan telekomunikasi terputus saat kami memasuki kawasan tersebut. Maklum, kawasan Mane belum memiliki sinyal handphone.

“Apa masih ditunggu. Sudah hampir tengah malam,” ujar salah seorang dari kami.

Beberapa mobil dan sepeda motor merapat ke lokasi begitu kami tiba. Tetua desa satu persatu menyalami rombongan kami begitu tiba. Kekhawatiran rombongan tadi ternyata tak beralasan. Belasan warga ternyata masih menunggu di rumah tadi.

“Kita makan dulu,” ujar sang pemilik rumah.

Ia dan beberapa warga ternyata telah memasak ikan kerling yang menjadi ciri khas daerah itu.

Ikan kerling atau dalam bahasa Indonesia disebut ikan jurung, dikenal juga sebagai emas hidup. Harga ikan ini senilai Rp180 ribu perkilonya. Banyak restoran terkemuka di Sumatera Utara dan Jakarta memesan khusus ikan ini dari Mane.

“Luar biasa,” ujar salah seorang rombongan lainnya.

“Ini hidangan raja Aceh,” kata dia lagi.

Selesai makan, warga kembali menghidangkan kopi Tangse. Rasa yang khas membuat silaturahmi tersebut benar-benar berkesan.

Pertemuan berlanjut hingga dini hari Jumat 23 Juli 2023.  Rombongan kami kemudian diarahkan ke salah satu warga untuk istirahat. Kami memanggilnya Bang Et. Nama tersebut adalah panggilan warga di sana untuk sosok tadi.

“Kalau ke Mane harus benar-benar refreshing. Di sini hanya pada tempat tertentu yang ada sinyal,” ujarnya.

Ia menyambut kami dengan sajian duren Mane, salah satu durian terbaik di Aceh. Senyum sumbrigah mengembang dari rombongan kami. Keberuntungan seakan tak ada putusnya sejak kami datang ke sini.

“Makan kerling, kopi Tangse serta kini durian Mane. Semua adalah yang terbaik,” ujar Ahdar. Beberapa pemuda setempat bergabung dengan kami.

Durian Mane yang lezat diserbu ramai-ramai. Syech Fadhil berhenti tiba tiba setelah menyantap beberapa. “Takut asam urat kambuh,” ujarnya sambil tersenyum. Ia kemudian minta izin istirahat.

Puas dengan durian Mane, penulis kemudian diajak oleh para pemuda setempat ke salah satu Warkop di Mane. Posisi Warkop ini berada di puncak gunung dan jadi tempat nongkrong para pemuda Mane. Konon, tempat ini merupakan salah satu titik yang memiliki sinyal handphone di sana. Hal ini pula yang membuat tempat tersebut selalu ramai.

“Ini salah satu kekurangan Mane (tak memiliki sinyal handphone-red).  Selebihnya adalah yang terbaik,” kata Sahlal, warga setempat.

Menurutnya, Mane memiliki penduduk sekitar 8.682 orang dan terdiri dari 4 gampong. Mayoritas warga berprofesi sebagai petani.

Sungai Mane menyimpan kerling dalam jumlah yang banyak. Terbukti, ikan kerling Mane kini dipasok ke restoran restoran ternama di Sumatera Utara dan Jakarta. Harganya pun cukup fanstatis, yaitu 180 ribu perkilo.

Demikian juga dengan hutan Mane yang ditumbuhi durian dengan citarasa yang lezat. Ada juga duku dan tumbuhan penghasil lainnya.

“Seadanya ada sinyal handphone, maka Mane adalah tempat tinggal terbaik di Aceh. Alamnya masih sangat indah,” kata dia.

Sekitar pukul 02.30 WIB, kami memutuskan untuk kembali ke rumah Bang Et untuk istirahat.

Jumat pagi, lagi-lagi Bang Et menyambut kami dengan kopi susu, kue plus durian.

“Ini durian yang jatuh di kebun semalam,” katanya sambil tersenyum.

+++

Warga di 4 desa dalam kecamatan Mane, Kabupaten Pidie, curhat soal tidak adanya jaringan telekomunikasi di daerah mereka.

Hampir 77 tahun Indonesia merdeka, warga di Mane mengaku masih sulit untuk menjalin komunikasi dengan warga di luar. Imbasnya, warga 4 desa di Mane, mengaku tidak mengetahui kondisi di luar ketika berada di kecamatan tersebut.

Hal ini disampaikan para tokoh di Mane kepada Senator DPD RI asal Aceh, HM Fadhil Rahmi Lc MA, saat berkunjung ke daerah tersebut selama dua hari, Kamis dan Jumat, 20-21 Juli 2023.

“Di sini tak ada sinyal. Masyarakat 4 desa di Mane tidak bisa berkomunikasi dengan warga di luar. Kecuali keluar dari kecamatan Mane. Ini sudah terjadi sejak Indonesia merdeka hingga sekarang,” kata Teungku Amat, tokoh setempat.

“77 tahun Indonesia merdeka, tapi kami merasakan belum merdeka,” ujarnya lagi.

Samsuar, 38 tahun, warga setempat menambahkan, keadaan ini karena Mane tidak memiliki tower telekomunikasi. Hal ini menyebabkan warga yang tinggal di Mane sulit memperoleh sinyal handphone.

“Jaringan hanphone di Tangse dan Geumpang, ada. Sementara di Mane tidak ada. Ini karena satu satunya tower yang dibangun di Mane berada di perbatasan Geumpang. Dekat kompi. Sinyal di sana sulit diakses di sini,” ujarnya.

“Karena tidak memiliki sinyal handphone. Maka bank di sini juga tidak ada. Kalau perlu apa-apa, terpaksa ke Tangse,” ujarnya lagi.

Keduanya berharap Syech Fadhil mau menyuarakan aspirasi warga Mane agar pemerintah segera membangun tower komunikasi di kecamatan Mane.

Terkait hal ini, Syech Fadhil, mengaku menampung aspirasi dari warga setempat.

“Kita akan berjuang bersama-sama. Sehingga warga di Mane dapat benar-benar merdeka seperti daerah lainnya di Indonesia. Memperoleh akses informasi sebagaimana warga daerah lainnya. Pemerintah harusnya memberi penanganan segera terkait hal ini,” ujarnya.

Syech Fadhil sendiri berkunjung ke Mane dalam rangka menjadi khatib khutbah Jumat di Masjid Alue Ladong, Mane. Selain itu, Syech Fadhil juga menggelar pertemuan dengan tokoh masyarakat dan pemuda setempat.

Usai Jumat, Syech Fadhil juga mengunjungi rumah Ibnu Hajar, 34 tahun, pemuda yang mengalami kelumpuhan usai tertinbum tanah saat mendulang emas di Gunung Mane. Kemudian Syech Fadhil dan rombongan juga berziarah ke makam Abu Keunee di Geumpang.

+++

Kami meninggalkan Mane Jumat sore.

Sambutan hangat warga Mane meninggalkan kesan mendalam bagi penulis.

“Kalau sempat lewat ke sini. Jangan lupa singgah. Baik pagi, siang, malam atau dini hari. Jangan lupa singgah. Saya akan dengan senang menyambut kalian di sini,” ujar Bang Et di akhir pertemuan.

Previous Post

Tiga Tersangka Penculikan Diciduk Polisi

Next Post

Safaruddin Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Abdya

Next Post
Safaruddin Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Abdya

Safaruddin Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Abdya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

PMI Jakarta Pusat Jalankan Misi Kemanusiaan Tahap ke-3 di Tamiang

PMI Jakarta Pusat Jalankan Misi Kemanusiaan Tahap ke-3 di Tamiang

12/04/2026
Mahasiswa Asal Abdya Nahkodai HMP Kesejahteraan Sosial UIN Ar-Raniry Periode 2026–2027

Mahasiswa Asal Abdya Nahkodai HMP Kesejahteraan Sosial UIN Ar-Raniry Periode 2026–2027

12/04/2026
Negara Tak Boleh Tutup Mata: Warga Kuala Kepeung Tuntut Pengembalian Tanah dari HGU PT ASN

Negara Tak Boleh Tutup Mata: Warga Kuala Kepeung Tuntut Pengembalian Tanah dari HGU PT ASN

12/04/2026
Ohku, Tiga Kurir Ganja 151 Kilogram Asal Aceh Kini Dihukum Mati

Ohku, Tiga Kurir Ganja 151 Kilogram Asal Aceh Kini Dihukum Mati

12/04/2026
Gen Z Milenial Membaca Gelar Ekspedisi di Gampong Wisata Lubok Sukon

Gen Z Milenial Membaca Gelar Ekspedisi di Gampong Wisata Lubok Sukon

12/04/2026

Terpopuler

20 Santri Al Zahrah Beunyot Dinyatakan Lulus SPAN PTKIN 2026

20 Santri Al Zahrah Beunyot Dinyatakan Lulus SPAN PTKIN 2026

09/04/2026

Heri Ahmadi dan 4 Tokoh Lainnya Dicalonkan Jadi Kandidat Ketua DPC PKB Pidie Jaya

Ketua TP PKK Aceh Tengah: Perempuan Kunci Utama Kemajuan Bangsa

Bupati Sibral Salurkan Jadup untuk 15.377 Jiwa Warga Pidie Jaya

Mualem Kantongi Dua Nama Calon Pengganti Abang Samalanga

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com