Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

China Tembak Meriam Air ke Kapal Filipina di LCS, Cekcok Makin Panas

Admin1 by Admin1
07/08/2023
in Internasional
0
China Tembak Meriam Air ke Kapal Filipina di LCS, Cekcok Makin Panas

Ilustrasi. Filipina menuding China menembakkan meriam air ke kapal mereka yang sedang berlayar di Laut China Selatan. Cekcok kedua negara pun kian panas. (Antara Foto/M Risyal Hidayat)

Jakarta – Filipina menuding China menembakkan meriam air ke kapal mereka yang sedang berlayar di Laut China Selatan. Cekcok kedua negara itu pun kian panas.

“Coast Guard Filipina (PCG) mengecam keras manuver berbahaya dan ilegal Coast Guard China yang menggunakan meriam air terhadap kapal-kapal PCG,” demikian pernyataan PCG yang dikutip CNN.

Militer Filipina melaporkan kapal coast guard China “memblokade dan menembakkan meriam air” ke salah satu kapal mereka pada Sabtu (5/8).

Menurut mereka, kapal itu membawa pasokan makanan, air, dan bahan bakar untuk personel militer mereka di Second Thomas Shoal,Spratly Island, kawasan yang disebut China sebagai Renai Reef.

Angkatan bersenjata Filipina menganggap tindakan China itu sebagai “manuver berbahaya” untuk mencegah kapal mereka membawa pasokan tersebut dan menyelesaikan misinya.

“Kami menyerukan kepada Coast Guard China dan Komisi Militer Pusta untuk bertindak bijak dan bertanggung jawab akan aksinya demi mencegah salah perhitungan dan kecelakaan yang membahayakan nyawa manusia,” demikian pernyataan mereka.

Menanggapi pernyataan itu, China malah menyatakan justru kapal Filipina tersebut yang menerobos wilayah perairan mereka.

“Dua kapal suplai dan dua kapal coast guard Filipina secara ilegal menerobos perairan dekat Renai Reef di Kepulauan Nansha China,” ucap juru bicara Coast Guard China, Gan Yu.

“Coast Guard China menerapkan tindakan pengendalian yang diperlukan sesuai dengan hukum dan mencegah kapal-kapal Filipina itu membawa material konstruksi yang ilegal. Kami mendesak Filipina menghentikan aktivitas terlarang di daerah maritim itu.”

Sebagai sekutu, Amerika Serikat lantas menyuarakan dukungannya untuk Filipina. Kementerian Luar Negeri AS mendesak China agar menghormati kebebasan berlayar di kawasan tersebut.

“[China] tak memiliki klaim berdasarkan hukum di daerah maritim di sekitar Second Thomas Shoal,” bunyi pernyataan Kemlu AS.

China memang mengklaim nyaris seluruh wilayah di LCS. Beberapa di antaranya tumpang tindih dengan klaim wilayah Filipina, Malaysia, Brunei, dan Taiwan.

Filipina menegaskan klaimnya dengan menempatkan satu kapal bernama BRP Sierra Madre di Second Thomas Shoal pada 1999 silam.

Namun belakangan, Filipina melaporkan kian banyak kapal China yang mengganggu para nelayan mereka di kawasan tersebut.

Pada Desember lalu, Filipina menyatakan “kekhawatiran besar” mereka akan kehadiran kapal-kapal China yang semakin banyak di kawasan itu. Hubungan China dan Filipina pun memanas.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Panji Gumilang Bakal Diperiksa Bareskrim Polri Hari Ini Terkait TPPU

Next Post

Nasdem Targetkan 20 Juta Suara dan 100 Kursi DPR pada Pemilu 2024

Next Post
Nasdem Targetkan 20 Juta Suara dan 100 Kursi DPR pada Pemilu 2024

Nasdem Targetkan 20 Juta Suara dan 100 Kursi DPR pada Pemilu 2024

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Huntara di Desa Lubuk Sidup Ditargetkan Siap Ditempati 10 Hari Lagi

Huntara di Desa Lubuk Sidup Ditargetkan Siap Ditempati 10 Hari Lagi

07/04/2026
Krak, Bupati Aceh Barat Copot Sementara 7 Keuchik

Krak, Bupati Aceh Barat Copot Sementara 7 Keuchik

07/04/2026
Proses Harmonisasi Perbup Selesai, Gaji Keuchik di Aceh Besar Segera Normal

Proses Harmonisasi Perbup Selesai, Gaji Keuchik di Aceh Besar Segera Normal

07/04/2026
Trump Disebut Masih Belum Setuju 45 Hari Gencatan Senjata dengan Iran

Trump Disebut Masih Belum Setuju 45 Hari Gencatan Senjata dengan Iran

07/04/2026
Diultimatum Trump, Iran Siapkan Strategi Baru di Selat Hormuz

Diultimatum Trump, Iran Siapkan Strategi Baru di Selat Hormuz

07/04/2026

Terpopuler

China Tembak Meriam Air ke Kapal Filipina di LCS, Cekcok Makin Panas

China Tembak Meriam Air ke Kapal Filipina di LCS, Cekcok Makin Panas

07/08/2023

Kuda Gayo; Ternak Kebanggaan Masyarakat Dataran Tinggi Gayo yang (akan) Punah

Saat Hasan Tiro ‘Menampar’ Abang Samalanga dan Mualem

Tarif Resmi Ditegaskan, Dishub Aceh Barat Tindak Parkir Tak Sesuai Aturan

Lagi, Senator Azhari Cage Pulangkan Jenazah Warga Aceh Tamiang dari Jakarta

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com