BANDA ACEH – Koordinator Ustadz Abdul Somad (UAS) untuk Aceh, Nazaruddin Yahya Lc, mengaku turut prihatin dengan kasus yang menimpa sahabat UAS di Rempang, Kepulauan Riau.
Dimana sebelumnya diketahui, masyarakat Melayu dari berbagai wilayah, seperti Sumatera dan Kalimantan berdatangan membantu warga Pulau Rempang dan Galang yang masih bertahan di jalan melakukan aksi unjuk rasa.
Mereka ikut berunjuk rasa menolak penggusuran. Beberapa lainnya membantu membangun dapur umum untuk memberikan bantuan makanan kepada warga Rempang.
Bantuan itu seperti yang diberikan oleh sahabat Ustaz Abdul Somad bernama Burhan.
Burhan bersama beberapa sahabatnya membangun dapur umum dan memberikan makanan kepada warga Rempang pasca bentrokan kedua.
Namun, bukannya mendapatkan apresiasi dari pemerintah, Burhan justru dipanggil pihak Kepolisian karena diduga terlibat dalam bentrokan.
Pemanggilan Burhan itu disampaikan UAS lewat instagramnya @ustadzabdulsomad_official, pada Jumat (15/9/2023).
Dalam postingannya, UAS mengunggah surat dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepulauan Riau yang berisi Undangan Wawancara Klarifikasi Perkara.
Pada surat Nomor: B/040/IX/RES.1.24/2023/Ditreskrimum tertanggal 13 September 2023 itu, Burhan dijadwalkan menjalani pemeriksaan di Ruang 1 Subdit 1 Ditreskrimum Polda Kepulauan Riau pada Kamis (14/9/2023).
Terkait hal ini, Ustadz Nazaruddin Yahya, mengaku cukup prihatin.
“Saya memohon dan berharap semoga pihak terkait bisa membedakan mana sisi sosial dan kemanusiaan yang memang selalu diterapkan dlm sistem demokrasi. Membagi-bagikan makanan kepada para pendemo, tidaklah dikategorikan sebagai bantuan yang melanggar,” ujarnya.
“Kita berdoa semoga permasalahan di Rempang ini bisa segera diselesaikan, tentu nya dengan mengedepankan kepentingan masyarakat Rempang yang sudah lama menetap disana. Mohon doa dari seluruh masyarakat Aceh,” kata dia lagi.










