Banda Aceh — Stand pameran Cagar Budaya Jalur Rempah di Anjungan Kabupaten Aceh Barat di Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke 8 menjadi stand paling diminati para pengunjung. Kehadiran pengunjung yang didominasi kalangan siswa, guna mencari tahu lebih dekat tentang cagar budaya Jalur Rempah Aceh Barat masa lalu.
Menurut Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Aceh Barat Dr Rahmad Syah Putra, MPd MAg sejak hari pertama hingga hari ini antusias siswa sangat luar biasa.
“Jumlah pengunjung dari kalangan siswa sudah mencapai 7.300 orang yang singgah di Stand Anjungan Cagar Budaya Aceh Barat, dan jika dikarkulasikan perhari, 1000 sampai 1500 siswa perhari, belum lagi pengunjung dari masyarakat maupun unsur lainnya,“ ungkap Rahmad dalam keterangan tertulis, Kamis (9/11/2023).
Berdasarkan keterangan Mutia salah seorang pengunjung mengungkapkan bahwa yang menjadi daya tarik siswa untuk mengunjungi Stand Anjungan Aceh Barat karena di stand tersebut menyajikan berbagai bentuk cagar budaya Jalur Rempah Aceh Barat masa lalu, termasuk beragam bukti sejarah perdagangan Naskah, Faktur Kwitansi Penjualan, Keramonologika (Keramik Lama), Numismatika (Mata Uang), Wastra, hingga Perang dan berbagai bentuk sejata yang digunakan masa lalu.
Selain itu, para siswa juga semakin antusias, karena mendapat hadiah berupa totebag jika mampu menjawab pertanyaan dari Petugas Anjungan.
Sementara, Guru SMP Negeri 4 Banda Aceh Annie mengatakan bahwa tujuan mengajak para siswa-siswi berkunjung ke pameran untuk menambah wawasan dan mengedukasi para siswa-siswi agar mengenal sejarah masa lalu dan kejayaan Aceh.
“Tujuannya kami megajak seluruh siswa untuk mengunjungi Stand Pameran Anjungan PKA Aceh Barat ialah untuk menambah wawasan edukasi anak-anak, karena dalam pembelajaran juga ada yang di namakan pembelajaran sejarah,” ungkapnya.
Siswa-siswi terlihat antusias sambil membawa buku dan alat tulis untuk menulis apa saja benda-benda yang dipamerkan dalam anjungan Aceh Barat. []










