BLANGPIDIE – Kebiasaan minum kopi salah satu budaya yang diminati oleh banyak kalangan di Aceh akhir-akhir ini. Setelah dilanda gempa bumi dan hantaman gelombang tsunami pada tahun 2004 yang lalu. Tapi, belum tahu pasti, sejak kapan muncul budaya minum kopi ureng (orang) Aceh baik itu di rumah sendiri maupun di tempat publik seperti warung kopi, pesta dan kenduri lainnya.
Di Aceh khususnya di Kabupaten Aceh Barat Daya misalnya, meski sudah banyak warung kopi namun tetap rame dan padat pengunjung. Oleh karena itu, kedai kopi memiliki peluang bagus bagi yang mau merintis bisnis sendiri.
“Sebab, beberapa tahun belakangan ini tren minum kopi semakin meningkat sehingga mendorong kami membuka warung kopi. Apalagi penikmat kopi tidaklah sedikit, baik remaja, dewasa, atau bahkan yang sudah tua sekalipun menjadikan kopi sebagai minuman favorit mereka,” kata Suhaimi, selaku owner SH Kupi disela-sela Grand Opening SH Kupi yang beralamat di Jalan Bukit Hijau (dua jalur) Gampong Keude Paya Blangpidie, Selasa (23/04/2024).
Suhaimi, pemuda yang hanya menamatkan pendidikan Sekolah Menegah Atas itu, meminta dukungan rekan-rekan agar warkop yang ia buka bisa maju kedepannya.
“Saya minta do’anya rekan-rekan dan kerabat semuanya untuk mendukung majunya warkop SH Kupi ini, warkop ini untuk kita bersama,” ujarnya.
Kusriadi, salah seorang pengunjung SH Kupi kepada awak media menanggapi tentang keberadaan warkop tersebut. Menurutnya SH Kupi cocok untuk semua kalangan.
“Tempatnya nyaman, bagi kaum muda maupun orang tua. Selamat atas grand Opening SH Kupi,” kata Kusriadi singkat.












Bereh man. Cuma yg bek tuwoe pelayanan yg lebih utama…