Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Kepulauan di Negara Tetangga RI Terancam Hilang 2050

redaksi by redaksi
06/05/2024
in Internasional
0
Kepulauan di Negara Tetangga RI Terancam Hilang 2050

Ilustrasi. Pulau di Australia diprediksi bakal tenggelam imbas krisis iklim. (Foto: iStockphoto/joakimbkk)

Jakarta – Penduduk Kepulauan Selat Torres diprediksi harus meninggalkan rumah mereka dalam 30 tahun ke depan jika tidak ada tindakan segera untuk mengatasi krisis iklim yang bisa menenggelamkan daratan.

Kepulauan Selat Torres merupakan tempat penduduk asli Australia yang diperkirakan telah mendiami benua ini sejak 70.000 tahun lalu. Akibat dari pemanasan global, permukaan air laut menjadi ancaman besar bagi warga.

Kabai dan Paul Pabai, penduduk dari dataran rendah di Pulau Saibai, memimpin gugatan kelompok (class action) iklim pertama yang diajukan oleh masyarakat Kepulauan Selat Torres kepada First Nations Australia.

First Nations adalah bagian penting dari sejarah, tradisi, dan budaya. Warga Australia terus berupaya mencapai pengakuan dan keterwakilan konstitusional bagi terutama masyarakat Aborigin dan Penduduk Pribumi Selat Torres.

Dalam pernyataan tertulis yang dibacakan Paul Kabai di pengadilan Cairns, pada hari Senin (29/4), mereka takut bila harus meninggalkan tempat tinggalnya.

“Negara saya akan hilang. Saya akan kehilangan segalanya; negaraku, budayaku, sejarahku, dan identitasku. Tanpa Saibai, saya tidak tahu siapa saya,” katanya, mengutip The Guardian.

Dalam argumentasinya, penduduk Selat Torres menyatakan bahwa Persemakmuran Australia (Commonwealth of Australia) mempunyai kewajiban untuk melindungi penduduk Kepulauan Selat Torres dari bahaya yang disebabkan oleh pemanasan global.

Hal ini disebabkan oleh kemungkinan sebagian besar kepulauan Selat Torres di Australia tidak dapat dihuni lagi pada tahun 2050, sehingga membuat penduduk Selat Torres harus meninggalkan tanah air leluhur mereka.

“Kasus ini menyangkut kebenaran yang tak terbantahkan. Orang pertama kita di Selat Torres akan sangat terkena dampak perubahan iklim dan mereka akan terus menderita kerugian yang sangat besar,” kata penasihat utama Kabai dan Pabai, Fiona McLeod, dalam laporan penutupnya.

Sebelumnya, gugatan mengenai iklim ini sudah diluncurkan oleh para tetua Pulau Selat Torres sejak 2021 lalu, ketika Selat Torres menghadapi kenaikan permukaan air laut yang membuat masyarakat khawatir akan menjadi pengungsi iklim pertama di Australia.

Baru pada 2023, pengadilan mengadakan sidang di tingkat negara di kepulauan Badu, Boigu dan Saibai. Per November, para ilmuwan juga saksi ahli turut memberikan bukti pendukung di Melbourne.

Untuk selanjutnya, pengadilan federal yang sedang berlangsung di Cairns ini akan berlanjut hingga Jumat (3/5).

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Negosiasi Gencatan Senjata Israel-Hamas di Mesir Temui Jalan Buntu

Next Post

Pemprov Minta PPIH Beri Pelayanan Ekstra JCH Lansia Aceh

Next Post
Arab Saudi Rayakan Iduladha 1444H Rabu 28 Juni

Pemprov Minta PPIH Beri Pelayanan Ekstra JCH Lansia Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Turnamen Catur Kasyful Wara Cup I Bergulir, Bentuk Pondasi Atlet Amatir menjadi Profesional

Turnamen Catur Kasyful Wara Cup I Bergulir, Bentuk Pondasi Atlet Amatir menjadi Profesional

15/08/2026
Ohku, Ada Oknum Pejabat di Banda Aceh Ditangkap Atas Dugaan Hubungan Sejenis

Ohku, Ada Oknum Pejabat di Banda Aceh Ditangkap Atas Dugaan Hubungan Sejenis

15/08/2026
Nyan, Tim Gabungan Temukan Mobil Tangki 1.000 Liter Antre BBM di SPBU Aceh

Nyan, Tim Gabungan Temukan Mobil Tangki 1.000 Liter Antre BBM di SPBU Aceh

15/08/2026
Merawat 21 Tahun Perdamaian, Antara Kekhususan Dan Masa Depan Aceh

Merawat 21 Tahun Perdamaian, Antara Kekhususan Dan Masa Depan Aceh

15/08/2026
Mahasiswa KPM UIN SUNA Lhokseumawe Galang Dana untuk Korban Kebakaran Jagong Jeget

Mahasiswa KPM UIN SUNA Lhokseumawe Galang Dana untuk Korban Kebakaran Jagong Jeget

15/08/2026

Terpopuler

Kepulauan di Negara Tetangga RI Terancam Hilang 2050

Kepulauan di Negara Tetangga RI Terancam Hilang 2050

06/05/2024

Warga Aceh Diajak Kibarkan Bendera Alam Peudeung pada 15 Agustus 2026, Kenapa?

Pidie Jaya Masuk Daftar Waspada Cuaca Ekstrem, BPBD Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Laskar Prabowo 08 Aceh Dukung Doa Bersama 15 Agustus, Serukan Persatuan dan Masa Depan Aceh yang Damai

Hasil Verifikasi Faktual DPP, 9 DPC Dukung Nurdiansyah Alasta

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com