BANDA ACEH – Senator DPD RI asal Aceh, HM Fadhil Rahmi Lc MAg, atau akrab disapa Syech Fadhil, berharap perdamaian di Aceh berlangsung abadi serta masyarakat tidak mudah diprovokasi oleh orang-orang yang ingin memecah-belahkan bangsa ini.
Hal ini disampaikan Syech Fadhil dalam sosialisasi 4 pilar kebangsaan pada Minggu 23 Juni 2024, Aula Yayasan Dar Mawarits An-Nubuwah, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh.
Fadhil Rahmi dalam materinya menyampaikan bahwa apapun kegiatan yang dilakukan hendaknya dengan satu tujuan, yaitu silaturrahmi.
“Apapun kegiatan yang kita lakukan, sejatinya untuk melahirkan silaturrahmi antar manusia, siapapun dia, tanpa harus memandang suku, ras, agama,” terang Fadhil.
Menurut Fadhil hal ini bisa terwujuad karena masyarakat menerapkan nilai-nilai Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945, dan NKRI.
“Itu semua tentu bisa terwujud ketika seorang anak bangsa menerapkan nilai-nilai Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945, dan semangat NKRI,” tambah Fadhil.
Fadhil juga menyampaikan bahwa kegiatan Sosialisasi 4 pilar yang sedang dijalani ini murni menghadirkan suasana silaturrahmi dengan sesama bangsa Indonesia.
“Diantara kegiatan yang sedang kita jalani sekarang adalah sosialisasi 4 Pilar yang didalamnya juga diwarnai dengan diskusi bersama. Kalau ada yang bertanya bagaimana cara kita menjaga Negeri ini, tentu jawabannya adalah ketika kita mampu menerapkan nilai-nilai 4 pilar Negara. Maka Negara akan berjalan tentram, damai, dengan segala bentuk perbedaannya,” ujar Fadhil.
“Maka agar terciptanya Silaturrahmi dan kerukanan dalan kita bernegara, maka kita harus sepakat terhadap ketentuan negera seperti UUD 1945, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI.
“Kalau mau tercipatnya silaturrahmi dan kerukanan dalam ber Negara, maka berpegang teguhlah pada UUD 1945, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI, Kalau gak mau ya silahkan angkat kaki dari NKRI. Jangan sampai keengganan anda justru membuat persatuan dan perdamaian anak bangsa jadi rusak,” tutup Fadhil.
Sementara itu, Usatdz Fikri Aslami, Ketua Yayasan Dar Mawarits, dalam materinya menyampaikan bahwa pihaknya konsisten dalam membina santri untuk cinta tanah air.
“Kita terus membina para Santri agar benar- benar tertanam rasa cinta terhadap tanah air dalam pembangunan karakter bangsa”, jelas Fikri.
Menurutnya, pembangunan karakter bangsa harus melalui pengembangan sikap demokratis dan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia. Selanjutnya, Pembangunan karakter harus diletakkan dalam bingkai menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa. Maka Dalam pembangunan karakter bangsa dibutuhkan komitmen terhadap NKRI.
“ Maka, tujuan utama dari kegiatan kita hari ini adalah untuk memperkenalkan kepada santri konsep pembangunan karakter anak bangsa melalui nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, NKRI,” tambah Fikri.
Fikri juga menyampaikan bahwa santri juga harus dibekali pengetahuan Bhineka Tunggal Ika. “Santri juga kita bekali terkait makna Bhinneka Tunggal Ika yang bertujuan menghargai perbedaan atau keragaman namun tetap bersatu dalam ikatan sebagai bangsa Indonesia’, terang Fikri.
Menurut Fikri tambahnya bahwa Keberagaman harus dipandang sebagai kekayaan khasanah sosio-kultural, bersifat kodrati dan alamiah. Keberagaman bukan untuk dipertentangkan apalagi diadu antara satu dengan yang lain sehingga berakibat pada terpecah belah.
“Oleh sebab itu, Bhinneka Tunggal Ika harus dapat menjadi penyemangat terwujudnya persatuan dan kesatuan bangsa,” kata Fikri.
Kegiatan yang dihadiri oleh puluhan santri dan para dewan guru ini juga diisi dengan tanya jawab dalam beberapa sesi serta ditutup dengan doa bersama.











