Singkil- Tersingkap cerita pilu dibalik gagal berangkat seorang siswi berprestasi asal UPTD SPF SMP Negeri 1 Pulau Banyak Barat bernama Sri Kartiwi yang semula dinyatakan lulus program Beasiswa ADEM Kabupaten Aceh Singkil Tahun Ajaran 2024/2025, diduga ada permintaan uang sebesar Rp 2.000.000 oleh kepala sekolah UPTD SPF SMPN 1 Pulau Banyak Barat yang diperuntukan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Singkil, Kamis, 26/7/2024.
Dari informasi yang dihimpun Reporter Atjehwatch.com, diketahui bahwa akibat permintaan uang sebesar Rp 2.000.000 yang tidak dapat terpenuhi oleh siswi tersebut sehingga Kepala Sekolah UPTD SPF SMPN 1 Pulau Banyak Barat membuat surat pernyataan nomor: 422/084/2024 yang menyatakan siswi tersebut batal untuk berangkat mengikuti program beasiswa adem tersebut, karena 2 hari sebelum keberangkatan dalam keadaan demam berat (sakit).
Dari investigasi mendalam media ini, diketahui bahwa siswi yang berhasil mendapatkan peringkat 7 dari 10 siswi berprestasi di Kabupaten Aceh Singkil yang lulus Program Beasiswa ADEM T.A 2024/2025, Sri Kartiwi tidak pernah merasakan sakit sebagaimana yang telah dinyatakan secara sepihak oleh Kepala Sekolah UPTD SPF SMPN 1 Pulau Banyak Barat.
“Itu yang diminta Rp 2 Jt itu untuk dinas,” kata narasumber yang enggan disebut namanya di media ini, 24/7.
Secara terpisah, Kepala Sekolah UPTD SPF SMPN 1 Pulau Banyak Barat, Safriadi ketika dimintai klarifikasi mengatakan bahwa uang sebesar Rp 2.000.000 yang di minta tersebut bukan diperuntukan untuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Singkil melainkan untuk operasional persiapan siswi tersebut berangkat dari Aceh Singkil ke Banda Aceh.
“Padahal kita sampaikan ke dia kemaren, siapkan uang lebih kurang Rp 2.000.000 untuk persiapan anak (siswi yang lulus Beasiswa ADEM) nanti, ongkosnya di situ. Mengapa sedemikian karena sampai di Banda Aceh anak ini (siswi) tidak langsung mendapatkan uang,” kata Kepala Sekolah UPTD SPF SMPN 1 Pulau Banyak Barat, Safriadi saat ditemui wartawan di ruangan kerjanya, Kamis, 25/7/2024.
Sedangkan surat pernyataan Kepala Sekolah UPTD SPF SMPN 1 Pulau Banyak Barat perihal siswi yang bernama Sri Kartiwi yang dinyatakan demam berat (sakit), Safriadi mengatakan tidak memiliki alasan lain ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Singkil.
“Sebenarnya saya sampaikan, kalau saya sampaikan ke dinas, orang tua (siswi) tidak sanggup kenapa tidak dari awal, orang tua ini disampaikan tidak sanggup kami orang lain aja naikkan. Dari awal maunya sebelum kita naikkan berkas (siswi) ini sampaikan saja tidak sanggup kami, orang lain kita naikkan, ini dari awal dikatakan sanggup, setelah lulus tidak sanggup, apa alasan saya jadinya itu?” kata Safriadi.
“Jadi salah satu lepas saya dari jabatan itu, saya sampaikan siswa kurang sehat, itu apanya sebenarnya lebih dari situ tidak tahu saya,” ujar Safriadi.
Sementara itu, sebelumnya dikonfirmasi Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Singkil, M. Najur mengatakan bahwa pihaknya hanya mengetahui siswi tersebut gagal berangkat dikarenakan bukan masalah biaya melainkan sesuai surat kepala sekolah bahwa yang bersangkutan sakit.
“Dikatakan terkendala biayakan, dia begini, biaya itu cuma ongkos dia ke Banda Aceh, kemudian uang makan di jalan paling tidak ada uang Rp 50.000 di kantongnya (siswi tersebut) mana tahu terlambat uang dari Kementerian kan begitu. Jadi yang kami tahu bukan masalah biaya, yang kami tahu sesuai dengan surat kepala sekolah yang bersangkutan sakit,” kata M. Najur kepada wartawan melalui telepon seluler, 24/7, (malam).
Reporter: Ahmad Azis










