Takengon – Guna menumbuhkan edukasi dalam literasi di era digital bagi santri, Pesantren Modern Maqamam Mahmuda menggelar seminar literasi media dengan tema Memilah Memilih Informasi di Media Sosial, Jumat, 26 Juli 2024.
Seminar yang diikuti santri SMP dan SMA Pesantren Maqamam Mahmuda tersebut menghadirkan pemateri Fachrur Rizha, M.I.Kom yang merupakan Dosen Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IAIN Takengon.
Kepala IT Pesantren Modern Maqamam Mahmuda, Heriyadi, saat membuka acara mengajak para santrinya dapat lebih kritis dan bijak dalam menyikapi informasi yang mereka terima di media sosial.
“Edukasi tentang literasi digital menjadi salah satu fokus utama pesantren ini dalam membekali santri dengan keterampilan yang relevan di era modern,” ungkapnya.
Ketua Panitia, Fadia Rizki mengatakan, seminar ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada para santri tentang pentingnya memilah dan memilih informasi yang beredar di media sosial.
“Mengingat perkembangan teknologi yang pesat dan akses informasi yang semakin mudah, kemampuan untuk menyaring informasi menjadi sangat krusial bagi generasi muda,” ujarnya.
Dalam materinya, Fachrur Rizha menekankan beberapa poin penting terkait etika penggunaan media sosial. Mulai dari mengenali mengenali berita palsu (hoax), memverifikasi sumber informasi, serta dampak negatif dari menyebarkan informasi yang tidak valid.
Ia juga mengajarkan tentang pentingnya menjaga jejak digital dan privasi di dunia maya.
“Kita harus menjadi pengguna media sosial yang cerdas dan bertanggung jawab. Informasi yang kita sebarkan bukan hanya mencerminkan diri kita, tetapi juga bisa berdampak luas pada masyarakat,” ujar dosen yang juga aktif di dunia jurnalis itu.
Pemateri juga menyampaikan beberapa langkah praktis dalam memilah nformasi palsu (hoax), antara lain periksa sumber berita, cek tanggal dan waktu informasi, baca secara menyeluruh, verifikasi dengan sumber lain, waspadai judul sensasional, serta gunakan situs pemeriksa fakta.










