BANDA ACEH – Muhammad Iqbal, putra kelahiran Desa Pasi Lhok, Kembang Tanjong, Pidie, berhasil meraih gelar doktor dari Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh pada Senin, 15 Agustus 2024.
Dalam sidang promosi doktor tersebut, Iqbal mempresentasikan disertasi berjudul “Model Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam Berbasis Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MB-KM) di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Hilal Sigli.”
Sidang tersebut dipimpin oleh Ketua Sidang Promosi Doktor, Prof. Eka Srimulyani, M.A., Ph.D., yang juga menjabat sebagai Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry. Tim penguji terdiri dari akademisi terkemuka, antara lain Prof. Dr. Buhori Muslim, M.Ag., Dr. Muji Mulia, M.Ag., Dr. Zainuddin, M.A., Dr. Ade Irma, B.H., S.C., dan Dra. Suraiya IT, M.A., Ph.D.
Selama proses penelitian, Iqbal mendapat bimbingan dari dua pakar, yaitu Prof. Dr. T. Zulfikar, M.Ed. dan Dr. Silahuddin, M.Ag., yang turut hadir sebagai anggota penguji.
Kesuksesan ini juga didukung oleh berbagai tokoh akademik dan pejabat pemerintahan, menunjukkan dukungan luas terhadap kontribusi Iqbal dalam pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam.
Disertasi Iqbal menghasilkan luaran yang mengesankan berupa buku ber-ISBN, publikasi di jurnal internasional, dan perolehan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Prestasi ini menjadi puncak dari perjalanan akademik yang brilian.
Selama karirnya, Iqbal telah enam kali memperoleh dana penelitian dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Produktivitasnya dalam penelitian dan publikasi menempatkannya pada peringkat 1 SINTA (Science and Technology Index) di lingkungan Universitas Jabal Ghafur, tempat ia mengajar sejak 2016.
Iqbal juga telah menulis 9 buku dan menerbitkan 45 publikasi jurnal, ini menunjukkan dedikasinya yang luar biasa dalam dunia akademik. Prestasi-prestasi ini melengkapi perjalanan pendidikannya yang dimulai dari SD Pasilhok, MTsN 1 Kembang Tanjong, MAN 1 Kembang Tanjong, sarjana di Universitas Jabal Ghafur Sigli, magister di UIN Ar-Raniry, dan kini doktor di institusi yang sama.
Sebagai anak sulung dari pasangan Marzuki dan Maryam, Iqbal telah membuktikan diri sebagai akademisi yang produktif dan berpengaruh. Keaktifannya dalam penelitian dan publikasi, termasuk di jurnal terindeks Scopus, mencerminkan komitmennya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.
Pencapaian gelar doktor Iqbal di UIN Ar-Raniry, disertai dengan sederet prestasi akademiknya, bukan hanya merupakan kebanggaan bagi keluarga dan almamaternya, tetapi juga bagi Aceh secara keseluruhan. Diharapkan kesuksesan Iqbal dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Aceh untuk terus mengejar pendidikan tinggi, aktif dalam penelitian, dan berkontribusi signifikan dalam dunia akademik. []










