Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Aceh Diminta Jaga Empat Program Utama Pertanian untuk Ketahanan Pangan

redaksi by redaksi
20/08/2024
in Ekonomi
0
Aceh Diminta Jaga Empat Program Utama Pertanian untuk Ketahanan Pangan

Foto Arsip - Buruh tani mengangkut gabah saat panen raya di wilayah kabupaten Aceh Besar, Aceh, Rabu (24/4/2024). ANTARA FOTO/Ampelsa

Banda Aceh – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Aceh meminta Pemerintah Aceh untuk menjaga dengan baik terlaksananya empat program utama dari sektor pertanian, dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan di daerah berjulukan Tanah Rencong ini.

“Secara garis besar, terdapat empat program utama dalam mewujudkan hal tersebut, kemandirian pupuk di tingkat petani, kemandirian bibit di tingkat produsen, informasi scheduling tanam, dan penyimpanan,” kata Kepala BI Aceh Rony Widijarto, di Banda Aceh, Senin.

Pernyataan itu disampaikan Rony dalam Laporan Perekonomian Aceh Mei 2024, sebagai rekomendasi kebijakan bagi Pemerintah Aceh dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh yang lebih baik di masa akan datang.

Ia menjelaskan empat program utama tersebut sangat dibutuhkan untuk menjadikan Aceh sebagai daerah produsen pertanian yang menerapkan pertanian modern dan perekonomian sirkular.

Menurut Rony, kemandirian pupuk bagi petani dapat dilakukan melalui pengembangan pupuk organik mandiri untuk pemenuhan kebutuhan sendiri. Tentu dibutuhkan kapasitas, standardisasi dan legalitas yang mumpuni untuk pengembangan tersebut.

“Salah satu contoh implementasinya melalui pengembangan pupuk dengan dekomposer,” ujarnya.

Selanjutnya, kemandirian bibit atau produsen bibit juga sangat penting di tengah petani. Salah satunya seperti bibit cabai merah keriting (CMK) dan cabai merah varietas Bemeri yang merupakan varietas cabai lokal unggul berasal dari Bener Meriah, Aceh.

Namun, kata Rony lagi, permasalahannya ialah petani Aceh yang melakukan proses pembibitan varietas lokal tersebut masih sangat terbatas.

Kemudian, selain kualitas bibit yang dibuat masih kurang baik, masih perlu juga dilakukan pemuliaan tanaman agar konsistensi bibit yang dihasilkan sesuai standar dan berkualitas.

Menurutnya, Kementerian Pertanian dapat membantu proses pengembangan, proses sertifikasi, dan proses perizinan dari pemuliaan bibit lokal. Tentunya hal ini akan mengurangi ketergantungan pasokan bibit dari luar daerah.

“Begitu juga untuk program kemandirian pupuk. Hal ini akan mengurangi ketergantungan pupuk NPK yang mana bahan dasar ureanya sangat bergantung dari impor,” ujarnya.

Kemudian, lanjut Rony, program informasi penjadwalan penanaman yang juga sangat penting untuk menghubungkan informasi antara pedagang besar yang mengendalikan pasar dengan pedagang pengepul di daerah pertanian pemasok komoditas, sehingga dapat penyesuaian pola tanam sesuai dengan kebutuhan pasar.

Program penyimpanan, terutama untuk komoditas pangan yang perlu didukung cold supply chain, yaitu suatu wadah untuk mempertahankan hasil panen komoditas pertanian. Buffer stock ini dapat digunakan untuk mempertahankan dan menyeimbangkan jumlah pasokan dan kebutuhan di pasar.

“Informasi tersebut juga dapat digunakan untuk menghitung jumlah pasokan yang dapat dijual ke luar daerah sebagai bentuk kerjasama antardaerah,” ujarnya pula.

Sumber: antara

Previous Post

Bappeda Aceh Besar Juara Lomba Paduan Suara HUT ke-79 Kemerdekaan RI

Next Post

BNPB: 1.326 Korban Banjir di Aceh Jaya Tertangani dengan Baik

Next Post
BNPB: 1.326 Korban Banjir di Aceh Jaya Tertangani dengan Baik

BNPB: 1.326 Korban Banjir di Aceh Jaya Tertangani dengan Baik

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

1.000 Paket Pangan Subsidi Dibagikan untuk Warga Banda Aceh

1.000 Paket Pangan Subsidi Dibagikan untuk Warga Banda Aceh

11/04/2026
Tim BRIN Kunjungi DKP Perkuat Kolaborasi Riset Kelautan dan Perikanan

Tim BRIN Kunjungi DKP Perkuat Kolaborasi Riset Kelautan dan Perikanan

11/04/2026
Penyintas Bencana Aceh Timur Beralih Profesi Jadi Buruh Kayu

Pembersihan Lumpur Sisa Banjir di Aceh Dipastikan Terus Berjalan

11/04/2026
Mensos Salurkan Rp205 M Santunan Korban Bencana Tamiang

Mensos Salurkan Rp205 M Santunan Korban Bencana Tamiang

11/04/2026
Sekda Serahkan Penghargaan API Award 2025 Kepada Pengelola Arung Jeram Lukup Badak

Sekda Serahkan Penghargaan API Award 2025 Kepada Pengelola Arung Jeram Lukup Badak

11/04/2026

Terpopuler

20 Santri Al Zahrah Beunyot Dinyatakan Lulus SPAN PTKIN 2026

20 Santri Al Zahrah Beunyot Dinyatakan Lulus SPAN PTKIN 2026

09/04/2026

Heri Ahmadi dan 4 Tokoh Lainnya Dicalonkan Jadi Kandidat Ketua DPC PKB Pidie Jaya

Ketua TP PKK Aceh Tengah: Perempuan Kunci Utama Kemajuan Bangsa

Bupati Sibral Salurkan Jadup untuk 15.377 Jiwa Warga Pidie Jaya

Pemprov Aceh Resmi Keluarkan Kebijakan WFH bagi ASN Setiap Jumat

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com