Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Barat Selatan

SaKA Desak Polda Bongkar Dalang Penyusupan Imigran di Aceh, Jika tidak akan Kami Laporkan Ke Polri

redaksi by redaksi
19/10/2024
in Lintas Barat Selatan
0
SaKA Desak Polda Bongkar Dalang Penyusupan Imigran di Aceh, Jika tidak akan Kami Laporkan Ke Polri

BLANGPIDIE – Yayasan Supremasi Keadilan Aceh (SaKA) meminta Kepolisian Daerah (Polda) Aceh untuk mengungkap dugaan konspirasi tekong antar negara terkait terdamparnya imigran ilegal yang sering terjadi di perairan Aceh.

“Hari ini sudah ditemukan lagi imigran ilegal di perairan Labuhan Haji, Aceh Selatan. Sebelumnya di perairan Aceh Barat yang kapalnya tenggelam hingga banyak yang meninggal dunia. Ini bahaya jika dibiarkan, polisi harus ungkap dalangnya,” ungkap Ketua SaKA, Miswar, SH, Sabtu (19/10/2024).

Katanya lagi, jika Polda tidak menindaklanjuti desakan ini, maka SaKA akan melaporkan hal tersebut kepada Kapolri agar persoalan terang menderang siapa dalang di kasus dugaan Human trafficking ini.

Menurut Miswar, investigasi SaKA mengungkap bahwa mayoritas imigran yang terdampar di perairan Aceh selama ini bukanlah etnis Rohingya, melainkan warga Bangladesh dan India yang menyamar.

“Sumber yang pernah bekerja membantu tekong di Malaysia mengatakan pada kami bahwa hanya sekitar 5 persen yang benar-benar etnis Rohingya. Selebihnya warga Bangladesh dan India,” katanya.

Para imigran ini awalnya mendaftarkan diri kepada tekong di Bangladesh dan India untuk pergi ke Malaysia secara ilegal. Namun, mereka memanfaatkan jaringan penyelundupan manusia yang terorganisir dengan baik, melibatkan tekong di Aceh, di Medan Sumatera Utara dan Malaysia.

Rantai Perjalanan Imigran

Menurut sumber tersebut, tekong di Malaysia bertugas menampung imigran yang baru tiba dan mencarikan pekerjaan bagi mereka. Setelah perjanjian kerja dan jumlah gaji ditentukan, tekong dari Bangladesh menaikkan imigran ke kapal tangkap lalu menuju perairan Aceh.

Sebelum tiba di perbatasan, tekong Bangladesh atau India menjalin komunikasi dengan tekong Aceh untuk pergantian kapal di laut lepas, dengan harapan bisa masuk secara ilegal ke pesisir pantai Aceh.

Setelah berhasil masuk, tekong di Aceh membawa mereka ke Sumatera Utara melalui jalur darat dan kemudian ke Malaysia melalui Tanjung Balai.

Banyak imigran yang diantar langsung ke negeri Jiran dengan menggunakan speedboat berkecepatan tinggi, namun ada juga yang tenggelam seperti peristiwa di perairan Aceh Barat hingga banyak imigran meninggal dunia.

Kolaborasi Tekong dan Oknum

Selain itu, selama ini banyak imigran di tempat penampungan di Aceh yang berhasil lolos keluar. Hal ini diduga kuat karena adanya kolaborasi antara tekong dan oknum-oknum tertentu. Kolaborasi ini memungkinkan imigran untuk lolos dari tempat penampungan lari ke Malaysia.

Setelah tiba di Malaysia, para imigran ini dipekerjakan oleh perusahaan atau majikan. Namun, gaji mereka setiap bulan dipotong oleh tekong Malaysia dengan alasan untuk menutupi utang selama dalam perjalanan. Gaji yang dipotong tersebut kemudian dikumpulkan dan ditransfer kepada tekong di Aceh dan India.

Hal ini berlangsung selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, membuat para imigran terjebak dalam siklus utang yang sulit dihindari, rentan terhadap eksploitasi dan kondisi kerja yang buruk.

Situasi ini menunjukkan kompleksitas dan tantangan dalam menangani masalah imigran ilegal di perairan Aceh. Kolaborasi antar negara dan berbagai pihak yang terlibat dalam jaringan penyelundupan manusia ini membuat penanganan masalah menjadi semakin sulit.

Oleh karena itu, SaKA mendesak pihak kepolisian untuk segera mengungkap dan menangkap dalang di balik konspirasi ini agar kejadian serupa tidak terus berulang dan menimbulkan korban jiwa di perairan laut Indonesia.

Previous Post

Waled Sunodon; Jangan Rusak Sirul Mubtadin dengan Politik Praktis di Pidie Jaya

Next Post

Pemuda Muhammadiyah Aceh Selatan Minta MPU Keluarkan Fatwa Tentang Kehadiran Pengungsi Rohingya

Next Post
SaKA Desak Polda Bongkar Dalang Penyusupan Imigran di Aceh, Jika tidak akan Kami Laporkan Ke Polri

Pemuda Muhammadiyah Aceh Selatan Minta MPU Keluarkan Fatwa Tentang Kehadiran Pengungsi Rohingya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

MA Tolak Kasasi Anggota DPR Aceh ‘Pemukul Anak’ dan Tambah Vonis Jadi 8 Bulan Penjara

MA Tolak Kasasi Anggota DPR Aceh ‘Pemukul Anak’ dan Tambah Vonis Jadi 8 Bulan Penjara

27/03/2026
Lebaran, Harga Ikan Laut Segar di Aceh Melambung

Lebaran, Harga Ikan Laut Segar di Aceh Melambung

27/03/2026
Pemkab Aceh Barat Alokasi Rp1 Miliar Bangun Jalan Rusak ke Lokasi Bencana

Pemkab Aceh Barat Alokasi Rp1 Miliar Bangun Jalan Rusak ke Lokasi Bencana

27/03/2026
Verifikasi Penerima Tunjangan Profesi Guru di Aceh Besar Rampung Hari Ini

Verifikasi Penerima Tunjangan Profesi Guru di Aceh Besar Rampung Hari Ini

27/03/2026
Bupati Aceh Tengah Harap Program Sesuai dengan Skala Prioritas Daerah Terdampak

Bupati Aceh Tengah Harap Program Sesuai dengan Skala Prioritas Daerah Terdampak

27/03/2026

Terpopuler

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

27/03/2026

Prof Saifullah Resmi Mendaftar sebagai Calon Rektor UIN Ar-Raniry 2026-2030

Jadi Daerah Basis Mualem-Dekfadh, Anggaran Dayah untuk Aceh Utara Kalah Jauh dari Bireuen di APBA 2026

Gagal Menangkan Mualem–Dek Fad di Bireuen, Peneliti: Pergantian Abang Samalanga Demi Masa Depan PA

SaKA Desak Polda Bongkar Dalang Penyusupan Imigran di Aceh, Jika tidak akan Kami Laporkan Ke Polri

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com