Isra’ Mikraj merupakan salah satu peristiwa paling agung dalam sejarah Islam. Perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke Sidratul Muntaha, menyimpan pelajaran mendalam bagi umat manusia. Di Pesantren Modern Babun Najah, momentum ini dirayakan dengan penuh hikmat melalui serangkaian agenda kreatif dan edukatif yang berlangsung pada 27 Rajab tahun ini.
Pesantren Babun Najah dikenal sebagai lembaga yang tak hanya fokus pada pembelajaran agama, tetapi juga pada pengembangan karakter dan wawasan santri. Dalam peringatan Isra’ Mikraj kali ini, mereka menyelenggarakan beberapa lomba, yaitu cerdas cermat agama, lomba sholawat Nabi, dan diakhiri dengan ceramah inspiratif oleh Ustadz Kaisal Munir, S.Ag., M.Ag.
Cerdas Cermat Agama: Mengasah Wawasan Islami
Lomba cerdas cermat agama menjadi ajang yang sangat menarik. Santri dari berbagai jenjang pendidikan diuji pengetahuan mereka tentang sejarah Nabi Muhammad SAW, hukum Islam, hingga tafsir Al-Qur’an. Kompetisi ini tak hanya mengasah kecerdasan, tetapi juga menumbuhkan semangat belajar di kalangan santri.
Kemeriahan terlihat jelas saat para peserta bersaing memberikan jawaban terbaik. Dengan dukungan penuh dari para pendukung, suasana aula pesantren berubah menjadi pusat kegiatan yang hidup. Santri tidak hanya bersaing, tetapi juga saling mendukung, menunjukkan nilai ukhuwah yang kuat.
Sholawat Nabi: Mengekspresikan Cinta kepada Rasulullah
Selain cerdas cermat, lomba sholawat Nabi menjadi salah satu kegiatan yang paling dinanti. Para santri berkelompok untuk melantunkan sholawat dengan irama yang indah dan penuh penghayatan. Setiap kelompok menunjukkan kreativitas mereka, baik dari segi komposisi suara maupun penampilan.
Melalui lomba ini, kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW semakin tumbuh di hati para santri. Sholawat yang dilantunkan bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui pujian kepada Rasulullah.
Ceramah Ustadz Kaisal Munir: Menyentuh Hati Santri
Sebagai puncak acara, ceramah yang disampaikan oleh Ustadz Kaisal Munir, S.Ag., M.Ag., memberikan pencerahan mendalam tentang makna Isra’ Mikraj. Dalam penyampaiannya, Ustadz Kaisal menekankan pentingnya menjaga hubungan dengan Allah (hablum minallah) dan hubungan dengan sesama manusia (hablum minannas).
Ia juga mengingatkan para santri tentang pentingnya shalat, yang merupakan inti dari peristiwa Isra’ Mikraj. Shalat lima waktu, menurut beliau, adalah hadiah langsung dari Allah SWT kepada umat Nabi Muhammad SAW, sehingga harus dijalankan dengan penuh rasa syukur dan khusyuk.
Ceramah yang disampaikan dengan bahasa yang lugas namun mendalam berhasil memikat perhatian seluruh hadirin. Para santri dan para ustadz yang hadir terinspirasi untuk terus memperbaiki kualitas ibadah mereka, terutama dalam hal shalat.
Pesan Moral dan Kesimpulan
Peringatan Isra’ Mikraj di Pesantren Modern Babun Najah menjadi momentum yang penuh makna. Serangkaian lomba yang digelar menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan bisa dikemas dengan cara yang edukatif dan menyenangkan. Lebih dari itu, ceramah Ustadz Kaisal Munir menanamkan pemahaman mendalam tentang spiritualitas Islam yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Melalui acara ini, Pesantren Babun Najah sekali lagi membuktikan komitmennya dalam mencetak generasi Muslim yang cerdas, berkarakter, dan cinta kepada Rasulullah. Semoga semangat Isra’ Mikraj terus terjaga, membawa berkah bagi para santri dan masyarakat di sekitarnya.










