Medan- Bank Sampah Induk New Normal Medan Sumatra Utara berkolaborasi dengan Foresepsi dan PT. Pegadaian melaksanak pembuatan lubang Biopori dalam rangka mendukung kegiatana Biopori Nasional.
“Kepala Pegadaian Cabang Setiabudi, Eka Purwanti Hutapea. Mengungkapkan dengan program ini dapat dijalankan dan diterapkan oleh seluruh staff sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas kepada lingkungan dan masyarakat.
“Kami juga berharap BSI New Normal dapat memberikan edukasi secara berkala dan dapat terus berperan dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan investasi dalam Tabungan Emas Pegadaian,”harap Eka
Program ini bertujuan untuk mengurangi Emisi Rumah Kaca melalui metode biopori yang berfungsi meningkatkan daua serap tanah mengurangi genangan air dan mendukung penegelolaan sampah berbasis masyarakat menuju sirkular ekonomi,” Unkap Yasra Al-Fariza.
“Sebagai direktur Bank Sampah Induk New Normal Pernyataan itu disampaikan di sela-sela kegiatan Gerakkan Biopori Nasional yang dipusatkan di Kantor Pegadaian Cabang Setiabudi Medan, Sumatera Utara.
Yasra Al-Fariza, S.H menjelaskan program ini mengombinasikan edukasi dan praktik langsung, di mana setiap cabang Pegadaian melakukan pembuatan minimal 3 lubang biopori pada setiap kantor cabang pegadaian melalui inisiasi dari 389 BS Forsepsi Aktif. Target 1.167 Lubang Biopori di tahap awal ini,” jelasnya.
“Kegiataan ini juga merupakan bagian edukasi staff pegadaian dalam pengelolaan sampah organik secara mandiri dan terukur. Dengan aksi nyata dan masif diharapkan dapat mengurangi beban TPA yang ada di Indonesia dan mengurangi Emisi Rumah Kaca yang dihasilkan dari sampah,” tutup Yasra.











mantaf pak, semoga bank sampah lain bisa maju dan berkembang seperti bank sampah new normal