SIGLI – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri kabupaten Pidie menuntut empat terdakwa Yus (29), Muh (21), Has (59) dan Ib (56) warga Kecamatan Batee dalam kasus penganiayaan masing-masing berupa dua bulan pidana penjara.
Dalam tuntutan, JPU menunut terdakwa melanggar Pasal 351 ayat (1) KUHPidana Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana yang merupakan pilihan kedua dalam dakwaan perkara tersebut.
JPU Kejari Pidie, Wahyuddin dikonfirmasi wartawan, Kamis, 27 Februari 2025 mengaku menemukan banyak fakta yang terungkap selama proses persidangan selama perkara penganiayaan tersebut bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Sigli.
Menangapi tuntutan ringan terhadap para terdakwa, pengacara korban dan Juru bicara YLBH-Pedir, Faisal menyebutkan bahwa penggunaan Pasal 351 ayat (1) KUHPidana Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana dalam perkara tersebut kurang tepat.
Dijelaskan, harusnya para terdakwa dituntut melanggar Pasal 170 Ayat 1 KUHPidana tentang pengeroyokan, sebagimana juga tertuang dalam dakwaan. Pengacara korban menganggap aksi penganiayaan itu dilakukan bersama-sama dan tergolong penganiayaan berat.
Tuntutan jaksa itu terlalu ringan. Berdasarkan fakta dalam persidangan menurut kami yang paling tepat terbukti itu Pasal 170 pengeroyokan karena mereka melakukan bersama-sama,” terang Faisal.
Pihaknya kemudian mempertanyakan alasan jaksa menuntut ringan para tardakwa, karena menurut kuasa hukum tidak ada fakta persidangan yang meringankan terdakwa, seperti tidak pernah mengakui perbuatannya, tidak pernah menyesali dan tidak pernah meminta maaf kepada korban.
“Masak dua bulan, ini tidak memberikan rasa keadilan bagi korban dan juga tidak ada efek jera bagi pelaku,” kata Faisal.[Mul].










