Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

BKSDA Aceh Turunkan Tim Tangani Harimau Berkeliaran di Ladang Warga

redaksi by redaksi
18/03/2025
in Lintas Timur
0
Harimau Dilaporkan Berkeliaran di Ladang Warga Aceh Timur

Harimau sumatra terekam kamera saat berkeliaran di ladang warga di area Tembolon, Ujung Karang, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur. ANTARA/HO-Dok Warga

Banda Aceh – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh menurunkan tim menangani laporan masyarakat adanya seekor harimau sumatra (panthera tigris sumatrae) berkeliaran di ladang warga di Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur.

“Tim sudah di lokasi menangani laporan masyarakat adanya harimau berkeliaran di ladang warga di Kabupaten Aceh Timur,” kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Aceh Kamarudzaman di Banda Aceh, Selasa.

Menurut dia, bagaimana penanganan lebih lanjut seperti apakah perlu memasang kandang jebak, tergantung laporan tim di lapangan. Tim masih bekerja untuk memastikan apakah satwa dilindungi tersebut masih berada di sekitar ladang.

“Kami menunggu laporan dari tim di lapangan, di mana lokasi penampakan harimau tersebut. Selain itu, tim juga melacak keberadaan harimau tersebut guna memastikan apakah dibutuhkan pemasangan kadang jebak atau tidak,” kata Kamarudzaman.

Kamarudzaman mengimbau masyarakat, terutama peternak, untuk tidak melepasliarkan hewan ternaknya, tetapi mengandangkannya guna mencegah serangan harimau atau satwa liar lainnya.

“Kami sudah mengedukasi dan menyosialisasikan kandang antiharimau kepada masyarakat setempat kandang ini menggunakan kawat, sehingga satwa tersebut tidak bisa masuk,” kata Kamarudzaman.

Sebelumnya, seekor harimau sumatra dilaporkan berkeliaran di ladang warga di kawasan Tembolon, Gampong Ujung Karang, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur.

Jemali, warga Serbajadi, mengatakan harimau berkeliaran di ladang tersebut dilihat warga bernama Ismail pada Sabtu (15/3) sekira pukul 16.00 WIB. Saat itu Ismail hendak mengambil air aren.

“Ismail sempat melihat kondisi sepi di sekitar pohon aren. Kemudian, Ismail memanjat dan mengambil air aren. Ketika hendak turun, Ismail melihat seekor harimau. Ismail kaget dan tidak berani turun,” kata Jemali.

Setelah harimau pergi ke semak-semak, Ismail turun dan bergegas pulang. Informasi keberadaan harimau itu disampaikannya ke warga, agar untuk sementara waktu tidak beraktivitas di ladang.

“Jika pun harus ke ladang, maka tingkatkan kehati-hatian karena harimau masih berada di ladang cabai warga. Bahkan, beberapa warga sempat merekam video satwa liar,” kata Jemali.

Sementara itu, berdasarkan daftar kelangkaan satwa dikeluarkan lembaga konservasi dunia International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN), harimau sumatra hanya ditemukan di Pulau Sumatera. Satwa ini berstatus spesies terancam kritis, berisiko tinggi untuk punah di alam liar.

Masyarakat diimbau untuk bersama-sama menjaga kelestarian khususnya harimau sumatra dengan cara tidak merusak hutan yang merupakan habitat berbagai jenis satwa dilindungi.

Serta tidak menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup ataupun mati.

Kemudian, tidak memasang jerat, racun, pagar listrik tegangan tinggi yang dapat menyebabkan kematian satwa liar dilindungi. Semua perbuatan ilegal tersebut dikenakan sanksi pidana sesuai peraturan perundang-undangan.

Di samping itu, aktivitas ilegal lainnya juga dapat menyebabkan konflik satwa liar khususnya harimau sumatra dengan manusia. Konflik ini berakibat kerugian secara ekonomi hingga korban jiwa, baik manusia maupun keberlangsungan hidup satwa liar tersebut.

Sumber: antara

Previous Post

TNI AL Tegaskan Proses Hukum Kasus Penembakan Warga Aceh Utara Terbuka

Next Post

Polda Aceh Gelar Latihan Praoperasi Ketupat Seulawah

Next Post
Polda Aceh Gelar Latihan Praoperasi Ketupat Seulawah

Polda Aceh Gelar Latihan Praoperasi Ketupat Seulawah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Objek Wisata di Banda Aceh Dipadati Pengunjung Libur Lebaran

Objek Wisata di Banda Aceh Dipadati Pengunjung Libur Lebaran

25/03/2026
Idul Fitri, Pemkab Aceh Tamiang Satukan Visi dengan NGO dan Relawan

Idul Fitri, Pemkab Aceh Tamiang Satukan Visi dengan NGO dan Relawan

25/03/2026
Arus Balik di Lintas Barat-Selatan Aceh Alami Peningkatan

Arus Balik di Lintas Barat-Selatan Aceh Alami Peningkatan

25/03/2026
Komnas HAM Aceh Dorong Ruang Aman bagi Pembela HAM

Komnas HAM Aceh Dorong Ruang Aman bagi Pembela HAM

25/03/2026
Angkutan Kargo Selama Mudik Lebaran di Bandara SIM Aceh Menurun

Angkutan Kargo Selama Mudik Lebaran di Bandara SIM Aceh Menurun

25/03/2026

Terpopuler

Kursi Abang Samalanga di DPR Aceh Mulai ‘Digoyang’ Para Anggota

Abang Samalanga dan Jejak Perebutan Kursi Ketua di DPR Aceh

24/03/2026

BKSDA Aceh Turunkan Tim Tangani Harimau Berkeliaran di Ladang Warga

Negosiasi Trump dengan Iran Tak Melibatkan Mojtaba Khamenei

Rusia Pantau Situasi Terbaru Iran, Sebut Ada Pernyataan Kontradiktif

Prabowo Klaim Pemulihan Aceh Hampir 100 Persen, NU Aceh Tamiang: 70 Persen Warga Masih Mengungsi

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com