Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Trump Bekukan Rp37 T Dana Hibah Harvard Gegara Ogah ‘Manut’ Pemerintah

redaksi by redaksi
15/04/2025
in Internasional
0
Trump Bekukan Rp37 T Dana Hibah Harvard Gegara Ogah ‘Manut’ Pemerintah

Trump potong dana hibah Universitas Harvard AS. (Getty Images via AFP/MADDIE MEYER)

Jakarta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump membekukan $2,2 miliar atau sekitar Rp37 triliun dana hibah Universitas Harvard, gara-gara kampus itu menolak mengikuti kebijakan pemerintah.

Pemerintah AS pada Senin (14/4) mengumumkan bahwa Rp37 triliun dana hibah Universitas Harvard akan dibekukan karena kampus tak patuh dengan tuntutan pemerintah.

“Satuan Tugas Gabungan untuk memerangi anti-Semitisme mengumumkan pembekuan dana hibah multi-tahun senilai $2,2 miliar dan nilai kontrak multi-tahun senilai $60 juta untuk Universitas Harvard,” demikian pernyataan satuan tugas dalam laman Kementerian Pendidikan AS, Senin (14/4).

Dalam keterangannya, satuan tugas menyebut pembekuan ini dilakukan karena kampus tidak berkomitmen untuk mengatasi masalah antisemitisme terhadap mahasiswa Yahudi. Menurut otoritas, antisemitisme di universitas sudah tak bisa ditoleransi mengingat banyaknya kasus dalam beberapa tahun terakhir.

“Sudah waktunya bagi universitas elite untuk menanggapi masalah ini dengan serius dan berkomitmen untuk perubahan yang berarti jika mereka ingin terus menerima bantuan dari pajak negara,” demikian pernyataan satuan tugas.

Pada Senin, Universitas Harvard menyatakan menolak permintaan pemerintahan Trump untuk mengubah kebijakan di kampus.

Pemerintahan Trump telah mengirim surat kepada Harvard yang mendesak universitas ternama tersebut untuk mengubah serangkaian kebijakan, salah satunya menghapus program keragaman, ekuitas, dan inklusi. Otoritas juga meminta kampus untuk melarang mahasiswa yang melakukan protes mengenakan masker hingga cuma menerima mahasiswa yang berprestasi saja.

Selain itu, pemerintahan Trump juga meminta agar fakultas dan administrator kampus yang mendukung aktivisme dibatasi kekuasaannya.

“Kami telah memberi tahu pemerintah melalui penasihat hukum kami bahwa kami tidak akan menerima tuntutan yang mereka minta,” kata Presiden Harvard Alan M. Garber dalam sebuah pernyataan.

“Universitas tidak akan menyerahkan independensi atau hak konstitusionalnya,” lanjutnya, seperti dikutip CNN.

Pemerintahan Trump telah mengancam banyak perguruan tinggi di seluruh AS untuk memotong dana hibah jika kampus tidak menurut untuk mengubah kebijakannya. Penolakan Harvard ini pun tampaknya menjadi kali pertama sebuah universitas elite menentang kebijakan Gedung Putih.

Juru bicara Gedung Putih telah menyampaikan bahwa kebijakan ini dikeluarkan lantaran Trump ingin mengatasi masalah antisemitisme yang belakangan merajalela di AS.

“Presiden Trump sedang berupaya menjadikan pendidikan tinggi hebat lagi dengan menumpas antisemitisme dan memastikan pajak yang dibayar masyarakat tidak digunakan untuk mendukung diskriminasi rasial yang berbahaya atau kekerasan rasial,” demikian pernyataan juru bicara Gedung Putih.

“Harvard atau institusi mana pun yang melanggar Title VI secara hukum tak memenuhi syarat untuk mendapat dana hibah federal,” lanjut pernyataan itu.

Garber dalam pernyataannya menegaskan bahwa tak ada pihak mana pun yang boleh mendikte kampus mengenai cara mereka mengajar, kepada siapa mereka mengajar, dan siapa saja yang diterima.

Pada Jumat (11/4), cabang fakultas Harvard dari American Association of University Professors bersama dengan organisasi nasional mengajukan gugatan terhadap pemerintahan Trump dengan mendesak pengadilan menyetop langkah pemerintah memotong dana federal Harvard.

“Apa yang dituntut Presiden Amerika Serikat dari universitas tidak lain adalah sikap otoriter,” kata profesor Sekolah Hukum Harvard Nikolas Bowie di News Central CNN, Senin.

“Dia melanggar hak Amandemen Pertama universitas dan fakultas dengan menuntut bahwa jika universitas ingin uang ini, kampus tak bisa bebas berbicara dan harus mengubah cara mengajar dan cara belajar,” kata Bowie.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Massa Datangi UGM Tuntut Bukti Keaslian Ijazah Jokowi

Next Post

Prabowo Sebut Raja Yordania Sahabat Lama: Waktu Masih Muda

Next Post
Prabowo Sebut Raja Yordania Sahabat Lama: Waktu Masih Muda

Prabowo Sebut Raja Yordania Sahabat Lama: Waktu Masih Muda

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Dayah Ruhul Qur’ani Borong Delapan Penghargaan Robotik Tingkat Nasional

Dayah Ruhul Qur’ani Borong Delapan Penghargaan Robotik Tingkat Nasional

26/07/2026
Awali Masa Bakti dengan Berkah, Zikrillah Dipeusijuek Bersama Santunan Anak Yatim Se-Kemukiman Pangwa

Awali Masa Bakti dengan Berkah, Zikrillah Dipeusijuek Bersama Santunan Anak Yatim Se-Kemukiman Pangwa

26/07/2026
Perluas Akses Global, UIN Ar-Raniry Seleksi Calon Mahasiswa Internasional Lintas Zona Waktu

Perluas Akses Global, UIN Ar-Raniry Seleksi Calon Mahasiswa Internasional Lintas Zona Waktu

26/07/2026
PKB Pidie Jaya Perkuat Barisan, Ulama Muda Abi Zulfikar Nahkodai Dewan Syura

PKB Pidie Jaya Perkuat Barisan, Ulama Muda Abi Zulfikar Nahkodai Dewan Syura

26/07/2026
BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Aceh Barat dan Nagan Raya

BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Aceh Barat dan Nagan Raya

26/07/2026

Terpopuler

Trump Bekukan Rp37 T Dana Hibah Harvard Gegara Ogah ‘Manut’ Pemerintah

Trump Bekukan Rp37 T Dana Hibah Harvard Gegara Ogah ‘Manut’ Pemerintah

15/04/2025

PKB Pidie Jaya Perkuat Barisan, Ulama Muda Abi Zulfikar Nahkodai Dewan Syura

Tarina Seulanga Ubah Cerpen Apa Kaoy “Malelang dan Madiyon” Menjadi Tarian Penuh Makna

Usai Dilantik di Jakarta, HRD Titip Misi Besar ke Bang Oja: Perkuat PKB Pidie Jaya hingga Desa, Rangkul Ulama dan Rakyat

Awali Masa Bakti dengan Berkah, Zikrillah Dipeusijuek Bersama Santunan Anak Yatim Se-Kemukiman Pangwa

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com