Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nasional

Pengusaha Kesal Digerogoti Premanisme Ormas: Pemerintah Harus Tegas

redaksi by redaksi
18/04/2025
in Nasional
0
Pengusaha Kesal Digerogoti Premanisme Ormas: Pemerintah Harus Tegas

Ilustrasi sekumpulan preman yang ditahan polisi. (ANTARA FOTO/Jafkhairi)

Jakarta – Sejumlah pengusaha mengungkapkan kekesalannya kepada aksi premanisme yang dilakukan ormas (organisasi masyarakat), yang disebut sedikit demi sedikit telah menggerogoti bisnis mereka.

Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Elektronik (Gabel) Daniel Suhardiman terutama menyoroti praktik premanisme yang masih marak di lingkungan industri. Dia juga kesal karena pemerintah justru diam.

“Kami minta premanisme ini dihapus, premanisme di kawasan industri. Ini seharusnya pemerintah [tegas], masa kalah sama preman?” tegas Daniel dalam Diskusi Forum Wartawan Industri (Forwin) di Pomelotel, Jakarta Selatan, Kamis (17/4).

Menurut Daniel, permasalahan ormas preman sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah. Oleh karenanya, pihaknya mengaku tak punya solusi apapun untuk mengatasi hal itu. Masalahnya, dia mengaku heran aparat penegak hukum juga terkesan kalah.

“Kalau (solusi) permasalahan ormas kami ndak bisa jawab, yang bisa jawab pemerintah sendiri. Poinnya adalah kenapa aparat bisa kalah sama ormas? Penegak hukum kenapa bisa kalah sama ormas? Masa pabrik harus pasang barikade di depan (gerbang)?” ucap Daniel.

Daniel mendorong pemerintah memikirkan cara efektif membasmi praktik premanisme ormas. Kata dia, pemerintah harus melindungi hak-hak para warga negara demi keberlangsungan industri di Tanah Air.

Sementara, Wakil Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ian Syarif menilai masalah ormas dan premanisme sebetulnya bisa diselesaikan bersama. Menurut Ian, kuncinya adalah industrialisasi di tanah air harus benar-benar berjalan.

Ia mencontohkan ada masanya perusahaan tekstil kesulitan mencari buruh dengan standar gaji upah minimum regional (UMR) karena ramai pembajakan karyawan antar-pabrik.

Alhasil, pabrik harus memberi gaji di atas atau lebih tinggi 15 persen.

“Jadi, kita otomatis mesti bayar (gaji) di atas UMR, sekitar 15 persen. Itu masa-masa yang sangat indah untuk pekerja. Itu kondisi di mana orang gak mau jadi ormas. Bayangkan, kita sekarang dengan level edukasi di Indonesia rata-rata 8,5 tahun, otomatis yang bisa menerima (pekerja) itu adalah industri tekstil,” bebernya.

Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) Sanny Iskandar sebelumnya juga berang dan mengeluhkan aksi premanisme ormas. Aksi premanisme ormas dianggap mengganggu keamanan, bahkan menghalangi aktivitas produksi di kawasan industri.

Beberapa pabrik di kawasan industri bahkan disegel ormas. Dampaknya juga menyasar kontainer pabrik yang tak bisa keluar. Ormas disebut melakukan demonstrasi untuk meminta ‘jatah’ dalam pembangunan atau aktivitas pabrik. Sejumlah investor telah melaporkan hal tersebut langsung kepada Presiden Prabowo.

Akan tetapi, sampai sekarang belum ada langkah konkret dan tegas dari pemerintah untuk membereskan ormas-ormas nakal tersebut.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Trump Akan Tutup Konjen AS di Kota Medan demi Efisiensi Anggaran

Next Post

LP Tak Dicabut, Polisi Selidiki Kasus Penggelapan Dapur MBG Rp1 M

Next Post
LP Tak Dicabut, Polisi Selidiki Kasus Penggelapan Dapur MBG Rp1 M

LP Tak Dicabut, Polisi Selidiki Kasus Penggelapan Dapur MBG Rp1 M

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Negosiasi Trump dengan Iran Tak Melibatkan Mojtaba Khamenei

Rusia Pantau Situasi Terbaru Iran, Sebut Ada Pernyataan Kontradiktif

24/03/2026
Negosiasi Trump dengan Iran Tak Melibatkan Mojtaba Khamenei

Negosiasi Trump dengan Iran Tak Melibatkan Mojtaba Khamenei

24/03/2026
Kakanwil Kemenag Aceh Tekankan Konsistensi Nilai Ramadan Pasca-Idulfitri

Kakanwil Kemenag Aceh Tekankan Konsistensi Nilai Ramadan Pasca-Idulfitri

23/03/2026
Idul Fitri di Lokasi Bencana, Bupati Tamiang: Terimakasih Pak Presiden

Mendagri Ungkap 5 Desa di Aceh dan Sumut Hilang Total Tersapu Banjir

23/03/2026
Arus Lalin dan Mudik Lebaran H+3 Lancar

Arus Lalin dan Mudik Lebaran H+3 Lancar

23/03/2026

Terpopuler

Pengusaha Kesal Digerogoti Premanisme Ormas: Pemerintah Harus Tegas

Pengusaha Kesal Digerogoti Premanisme Ormas: Pemerintah Harus Tegas

18/04/2025

Pernyataan Prabowo Soal Pemulihan 100 Persen Bikin Korban Banjir Aceh Geram

Saat ‘Bupati Panton’ Lupa Luas Aceh Utara

Jak Bak Jeurat; Cara Warga Aceh Bersilaturahmi dengan Kerabat yang Sudah Tiada

Isu Mosi Tak Percaya 67 Anggota DPRA Dinilai Operasi Politik Adu Domba, Soliditas di Bawah Zulfadhli Ditegaskan Tetap Kokoh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com