Banda Aceh – Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK). Produk inovatif bernama Bhoi Morica sukses menyabet Silver Medal Special Award pada ajang internasional Korea International Women’s Invention Exposition (KIWIE) yang berlangsung di Seoul, Korea Selatan, pada Mei 2025.
Kue tradisional ini merupakan hasil pengembangan kreatif dari tim mahasiswa lintas program studi, yang diketuai oleh Nelli Desianti (Prodi Pendidikan Ekonomi – FKIP), bersama Sarah Salsabil (Biologi – FMIPA) dan Putri Salsabila Rinaldi (Statistika – FMIPA), dengan bimbingan Abdul Razak, S.Pd., M.Si, dosen dari Prodi Pendidikan Ekonomi FKIP USK.
Bhoi Morica menawarkan sentuhan baru terhadap kuliner tradisional Aceh. Resepnya memadukan daun kelor dan biji pepaya, dua bahan alami yang memiliki khasiat sebagai anthelmintik (obat cacing alami) serta mendukung pencegahan stunting pada ibu hamil dan anak-anak. Dengan kandungan gizi tinggi, kue ini tidak hanya enak disantap, tetapi juga menyimpan manfaat kesehatan yang signifikan.
Abdul Razak selaku pembimbing menyampaikan bahwa proses pembuatan Bhoi Morica melalui sejumlah tahap riset, mulai dari penyesuaian resep tradisional hingga pengujian nilai gizinya.
“Kami ingin mengangkat kue tradisional Aceh yang tidak hanya nikmat, tetapi juga fungsional dari sisi kesehatan. Daun kelor kaya akan zat besi dan antioksidan, sedangkan biji pepaya memiliki efek detoksifikasi alami,” ungkapnya.
Partisipasi tim USK dalam kompetisi bergengsi ini menunjukkan keberhasilan kolaborasi antara budaya lokal dan pendekatan ilmiah. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa USK mampu menghasilkan inovasi yang solutif dan berdampak, khususnya untuk isu-isu penting seperti kesehatan dan gizi.
Dukungan dan apresiasi mengalir dari pimpinan dan sivitas akademika USK. Harapannya, Bhoi Morica dapat terus dikembangkan hingga menjadi produk unggulan Aceh yang dikenal secara luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.[]











