Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Aceh Rugi Capai Rp102 Miliar Akibat Bencana Alam

redaksi by redaksi
13/06/2025
in Nanggroe
0
Kebakaran di Aceh Utara Akibatkan Satu Warga Meninggal dan Dua Luka-luka

Peristiwa kebakaran yang melanda 10 unit ruko di Keude Blang Ara Desa Krueng Manyang, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, Rabu (5/6/2024). ANTARA/HO-Polsek Kuta Makmur.

Banda Aceh – Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mencatat Aceh mengalami kerugian sebesar Rp102 miliar akibat 138 peristiwa bencana alam yang terjadi di tanah rencong selama periode Januari-Mei 2025.

“Bencana alam yang terjadi di Aceh mencapai 138 selama periode Januari-Mei 2025, peristiwa itu menelan 10 korban jiwa dengan prakiraan kerugian Rp102 miliar,” kata Kepala Pelaksana BPBA, Teuku Nara Setia, di Banda Aceh, Jumat.

Teuku Nara menyampaikan, kejadian bencana di Aceh selama 2025 ini didominasi kebakaran pemukiman yakni mencapai 59 kali dan membakar sebanyak 184 rumah.

“Jumlah kerugian yang diakibatkan oleh kebakaran pemukiman ini mencapai Rp38 miliar,” ujarnya.

Dirinya merincikan, adapun 138 bencana di Aceh selama periode Januari-Mei 2025 tersebut telah merenggut 10 nyawa, kemudian delapan orang luka-luka dan 4.599 KK/10.313 jiwa terdampak.

“Diantaranya juga ada pengungsi sebanyak 272 orang, serta 1.561 rumah yang terkena dampak bencana,” katanya.

Setelah kebakaran pemukiman, bencana tertinggi di Aceh selama lima bulan terakhir adalah banjir sebanyak 31 kali, dengan 1.217 rumah yang terkena, kerugiannya ditaksir mencapai Rp48 miliar.

Selanjutnya, kebakaran hutan dan lahan terjadi 10 kali, membakar 29 hektare lahan dengan prakiraan kerugian Rp4 miliar. Lalu, longsor terjadi 19 kali, dan merusak 10 rumah warga dengan total kerugian Rp1,3 miliar.

Untuk angin puting beliung 11 kali kejadian, berdampak pada 90 rumah dan tiga sekolah dengan prakiraan kerugian Rp15 miliar.

Berikutnya, gempa bumi terjadi lima kali dengan rata-rata magnitudo 4,4-5,2 SR. Dan, tahun ini juga terjadi abrasi dua kali yang dengan delapan rumah rusak berat, dan 50 rumah terendam.

Bencana juga berdampak pada delapan sarana pendidikan dan tiga sarana ibadah. Kemudian 52 ruko (bangunan lainnya), tiga jembatan, 59, hingga merendam 20 hektare lahan persawahan akibat banjir dan longsor,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Teuku Nara Setia mengimbau masyarakat agar menjaga alam, khususnya terkait kebakaran hutan dan lahan. Diharapkan juga untuk tidak mengeksploitasi hutan secara berlebihan tanpa memperhatikan fungsinya sebagai resapan air yang bisa mencegah banjir, longsor serta Karhutla.

BPBA, lanjut dia, akan terus berusaha meminimalisir kerusakan maupun korban akibat bencana alam serta non alam. Seluruh elemen masyarakat diharapkan merespon kejadian bencana secara komprehensif karena pada hakikatnya bencana adalah urusan bersama.

“BPBA bersama semua unsur pemerintahan dan masyarakat Aceh akan terus berupaya dalam peningkatan mitigasi bencana agar jumlah kejadian dapat menurun dari tahun ke tahunnya,” demikian Teuku Nara Setia.

Sumber: antara

Previous Post

JK Sesalkan Keputusan Mendagri Tito Picu Kisruh Empat Pulau di Aceh

Next Post

“Jangan Sampai Sentimen Negatif Membuat Kita Abai Saat Marwah Aceh Diobok-obok Seperti Sekarang”

Next Post
“Jangan Sampai Sentimen Negatif Membuat Kita Abai Saat Marwah Aceh Diobok-obok Seperti Sekarang”

"Jangan Sampai Sentimen Negatif Membuat Kita Abai Saat Marwah Aceh Diobok-obok Seperti Sekarang"

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Huntara di Desa Lubuk Sidup Ditargetkan Siap Ditempati 10 Hari Lagi

Huntara di Desa Lubuk Sidup Ditargetkan Siap Ditempati 10 Hari Lagi

07/04/2026
Krak, Bupati Aceh Barat Copot Sementara 7 Keuchik

Krak, Bupati Aceh Barat Copot Sementara 7 Keuchik

07/04/2026
Proses Harmonisasi Perbup Selesai, Gaji Keuchik di Aceh Besar Segera Normal

Proses Harmonisasi Perbup Selesai, Gaji Keuchik di Aceh Besar Segera Normal

07/04/2026
Trump Disebut Masih Belum Setuju 45 Hari Gencatan Senjata dengan Iran

Trump Disebut Masih Belum Setuju 45 Hari Gencatan Senjata dengan Iran

07/04/2026
Diultimatum Trump, Iran Siapkan Strategi Baru di Selat Hormuz

Diultimatum Trump, Iran Siapkan Strategi Baru di Selat Hormuz

07/04/2026

Terpopuler

Kuda Gayo; Ternak Kebanggaan Masyarakat Dataran Tinggi Gayo yang (akan) Punah

Kuda Gayo; Ternak Kebanggaan Masyarakat Dataran Tinggi Gayo yang (akan) Punah

27/11/2023

Putra Abdya Luncurkan Buku ‘Manusia yang Tak Sekedar Hidup’

Akademisi USK Nilai Pemangkasan Jumlah Penerima JKA Bentuk Lemahnya Kinerja DPR Aceh

Bupati Sibral Salurkan Jadup untuk 15.377 Jiwa Warga Pidie Jaya

Saat Hasan Tiro ‘Menampar’ Abang Samalanga dan Mualem

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com