SIGLI – Ketersedian stok beras di Pidie dan Pidie Jaya Surplus atau aman untuk 2025 dengan ketersedian jumlah stok beras di Bulog cabang Sigli per tanggal 29 Juli 2025, 19.361 ton.
Hal itu dikatakan pimpinan cabang Bulog Sigli Ahmad Fadly kepada Atjehwatch.com, Rabu 30 Juli 2025.
“Stok beras aman, di Bulog Sigli ketersedian stok beras Stabilisasi pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke toko pengecer di pasar rakyat di dua kabupaten Pidie dan Pidie Jaya terus dipantau, yang bertujuan untuk menekan harga pasar dan inflasi atau menekan harga pangan yang melonjak di pasar,” katanya.
Bahkan pihak Bulog untuk memastikan pangan di dua kabupaten itu telah menyalurkan bantuan pangan langsung ke gampong-gampong melalui pemerintah Pidie dan Pidie Jaya.
“Penyaluran bantuan pangan di Pidie Jaya sebanyak 40.260 kilogram, dengan jumlah penerima 22.013 jiwa. Sementara di kabupaten Pidie sebanyak 1.234.400 Kg dengan 61.720 penerima bantuan pangan, pada di bulan Juni -Juli tahun ini. Itu sesuai instruksi pemerintah pusat yang berlaku di seluruh indonesia,” Jelas Ahmad Fadly.
Dijelaskan Ahmad Fadly, Bulog akan terus membatu pemerintah dan masyarakat sesuai regulasi nasional.
“Kita ini sebagai operator penugasan di dua wilayah Pidie dan Pidie Jaya, itu langsung sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto,” ujar Ahmad Fadly pimpinan Bulog Sigli.
Dalam pada itu, ketua kamar dagang dan industri (KADIN) kabupaten Pidie, Muhammad Junaidi mengingatkan agar para pedagang dan kilang padi tidak melakukan oplosan beras.
“Kita berharap beras terjangkau, mudah di akses dengan harga murah oleh masyarakat, dan semoga tidak ada beras oplosan, tidak ada yang main-main dengan ketersedian bahan pangan seperti beras di daerah, dan berharap pemerintah pihak berwajib untuk sering-sering melakukan sidak di pasar-pasar dan sidak di kilang-kilang padi yang ada di kabupaten Pidie,” kata Muhammad Junaidi.[Mul]










