Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Pemprov Harap Perusahaan Global Bangun Pabrik Sawit di Aceh

redaksi by redaksi
14/08/2025
in Ekonomi
0
Pemprov Harap Perusahaan Global Bangun Pabrik Sawit di Aceh

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah memberikan sambutan pada peluncuran dan deklarasi kemitraan kelapa sawit berkelanjutan Aceh di hotel hermes, Banda Aceh, (13/8/3025). ANTARA/HO/Humas Pemprov Aceh

Banda Aceh – Pemerintah Aceh berharap perusahaan global untuk berinvestasi di tanah rencong dalam hal ini membangun pabrik atau refinery dari kelapa sawit yang memang belum tersedia hingga hari ini di Aceh.

“Kita mengajak seluruh pemilik perusahaan global untuk membeli sawit Aceh dan memulai investasi membangun pabrik hilirisasi komoditas kelapa sawit di Aceh,” kata Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah di Banda Aceh, Rabu.

Pernyataan itu disampaikan Fadhlullah dalam forum peluncuran kelompok kerja kemitraan kelapa sawit berkelanjutan yang digelar oleh Yayasan Inisiatif Dagang Hijau, di Banda Aceh.

Forum ini diikuti perusahaan yang bergerak di bidang industri kelapa sawit, diantaranya Unilever, Pepsico, Nestle, Mars, Mondelez, Musim Mas, Apical, Permata Hijau Group dan Sinar Mas. Serta dihadiri Duta Besar Belanda, perwakilan Denmark, Norwegia serta berbagai negara lainnya.

Fadhlullah berharap, melalui forum ini, Aceh mendapatkan kepercayaan perusahaan global dalam investasi hijau, dan semua pihak mau berkolaborasi dengan pemerintah Aceh dalam upaya mewujudkan visi kelapa sawit berkelanjutan.

Wagub mengatakan, pihaknya berkomitmen merespon permintaan pasar kelapa sawit global guna mewujudkan rantai pasok bebas deforestasi dan inklusif terhadap petani.

Karena itu, Pemerintah Aceh telah menetapkan dua kebijakan utama, yaitu peta jalan kelapa sawit berkelanjutan 2023-2045 yang ditetapkan dengan Peraturan Gubernur Aceh Nomor 9 Tahun 2024, serta rencana aksi daerah kelapa sawit berkelanjutan Aceh 2023-2026 melalui Peraturan Gubernur Nomor 17 Tahun 2024.

“Kita ingin mengenalkan kepada dunia bahwa sawit di Aceh benar-benar tumbuh dalam perkebunan legal, sawit di Aceh sangat baik, dan bebas deforestasi,” ujarnya.

Dirinya menyebutkan, Aceh saat ini memiliki 63 pabrik kelapa sawit (PKS), dan menghasilkan lebih dari satu juta ton minyak kelapa sawit mentah atau CPO setiap tahunnya dari luas perkebunan sawit sekitar 470 ribu hektare. Jumlah ini menyumbang sekitar 2,41 persen dari total produksi CPO nasional.

Namun, kata Fadhlullah, hingga hari ini Aceh belum memiliki satupun industri hilir yang dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan pelaku usaha sawit.

Karena itu, dirinya berharap perusahaan global dapat berinvestasi dengan membangun refinery di Aceh. Baik untuk industri minyak makan, mentega, kosmetik serta produk turunan sawit lainnya.

“Kita berharap adanya pertemuan ini, para investor bisa menghadirkan satu refinery yang berkelanjutan untuk Aceh. Bisa minyak makan, kosmetik dan lainnya,” demikian Fadhlullah.

Sebagai informasi, dalam rangka mendukung iklim investasi, pemerintah Aceh berkomitmen memperbaiki dan memperkuat infrastruktur.

Saat ini, Aceh sudah memiliki satu bandara internasional, 10 bandara lokal, lima pelabuhan perikanan internasional dan lima pelabuhan domestik, satu gas engine power plant, satu hydropower, satu stempower, satu interkoneksi, serta 23 perusahaan air minum.

Selain itu, pemerintah juga sedang melakukan pembangunan jalan tol yang menghubungkan ibukota provinsi Aceh dengan perbatasan Sumatera Utara.

Pemerintah Aceh juga sedang memperjuangkan peningkatan infrastruktur wilayah barat selatan Aceh, terutama pembangunan terowongan yang menghubungkan Gunung Paro-Kulu dan Geurutee.

Sumber: antara

Previous Post

Polda Aceh Amankan 7 Orang Terkait Keributan di Kantor Perkim Aceh

Next Post

Turnamen Piala Bupati Aceh Timur Sukses, Pante Bidari Raih Gelar Juara

Next Post
Turnamen Piala Bupati Aceh Timur Sukses, Pante Bidari Raih Gelar Juara

Turnamen Piala Bupati Aceh Timur Sukses, Pante Bidari Raih Gelar Juara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Gemilang di DAMASQUSS 2026, MTsN 1 Banda Aceh Raih Juara Umum

Gemilang di DAMASQUSS 2026, MTsN 1 Banda Aceh Raih Juara Umum

14/09/2026
Ohku, Kebakaran Sumur Minyak Ilegal Kembali Terjadi di Aceh Timur

Ohku, Kebakaran Sumur Minyak Ilegal Kembali Terjadi di Aceh Timur

14/09/2026
Wamenpar Sebut “Aceh Culinary Festival 2026” Perkuat Storytelling Kuliner Khas Aceh

Wamenpar Sebut “Aceh Culinary Festival 2026” Perkuat Storytelling Kuliner Khas Aceh

14/09/2026
Pemprov Aceh Salurkan Bantuan Rp6,78 Miliar untuk Aceh Utara

Pemprov Aceh Salurkan Bantuan Rp6,78 Miliar untuk Aceh Utara

14/09/2026
Aceh Besar Raih Juara I Galeri Terbaik Dekranasda Kabupaten/Kota se-Aceh

Aceh Besar Raih Juara I Galeri Terbaik Dekranasda Kabupaten/Kota se-Aceh

14/09/2026

Terpopuler

Misteri ‘Talak 3’ Bunda Salma dan Cipratan Kopi Aceh

Misteri ‘Talak 3’ Bunda Salma dan Cipratan Kopi Aceh

13/09/2026

Setelah 20 Tahun Menanti, Tim Voli Abdya Lolos ke PORA

Bupati Abdya Dr. Safaruddin Terima Penghargaan Pembina Olahraga Berprestasi dari Gubernur Aceh

Krak, Dua Jembatan Utama di Aceh Siap Beroperasi

Pemprov Harap Perusahaan Global Bangun Pabrik Sawit di Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com