BLANGPIDIE – Harga gabah di Kabupaten Aceh Barat Daya kian hari kian merosot. Saat di Abdya perdana panen MT Gadu Tahun 2025 pertengahan bulan Juli yang lalu, harga gabah tercatat Rp8.000 hingga Rp8.300.
Namun sungguh disayangkan, dari harga sebelumnya yang lumayan tinggi kini kian hari kian merosot, hingga hari ini dari informasi yang berhasil dihimpun awak media, harga gabah di Abdya turun di angka Rp6.700 – Rp.6.500.
Menanggapi informasi tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) kabupaten setempat, Hendri Yadi menyampaikan rasa prihatinnya. Dimana menurutnya, harga gabah di Abdya saat ini sangat diluar nalar jika dibandingkan harga pada bulan Juli yang lalu.
“Jika diamati dan dilihat, di seluruh Aceh hanya ada tiga daerah saat ini yang sedang panen, salah satunya di Kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh Besar dan Nagan Raya namun hanya sebagai wilayah saja. Itu artinya, saat ini produksi di gabah di Aceh tergolong minim,” kata Hendri, Sabtu (23/08/2025).
Oleh sebab itu, Hendri Yadi meminta kepada para petani yang belum memanen padinya untuk tidak gegabah menjual gabahnya pada tengkulak.
“Jika sesuai situasi dan kondisi, kami menyarankan kepada petani untuk dapat menyimpan gabahnya. Dimana, jika diamati dan dianalisa, harga beras nantinya tidak akan turun signifikan dari harga saat ini atau dengan kata lain masih saja tetap mahal,” ungkapnya.
Namun demikian, jikapun kondisinya petani terpaksa harus menjual gabahnya saat ini, ia menyarankan agar menjual gabahnya sesuai harga standar pemerintah.
“Jika tidak ada pilihan lain, maka juallah gabahnya dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP),” imbuhnya.










