Banda Aceh—Departemen Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala (PBI FKIP USK) akhirnya mengumumkan nama-nama pemenang lomba cipta puisi internasional dua bahasa (Inggris dan Indonesia). Pengumuman tersebut disampaikan melalui akun Instagram Gemasastrin PBSI FKIP USK, Senin (25/08/2025).
Ketua panitia pelaksana, Herman RN, mengatakan lomba tersebut diselenggarakan sejak bulan Mei lalu dan telah mengalami beberapa kali perpanjangan batas pengiriman karya karena alasan tertentu.
“Ya, beberapa kali diperpanjang batas pengiriman. Antara lain karena adanya permintaan dari calon peserta yang mengaku saat itu sedang sibuk mempersiapkan ujian akhir semester. Ada juga karena alasan masih menampung karya dari peserta luar negeri sehingga terpenuhi unsur tingkat internasional,” jelas Herman.
Setelah diperpanjang sebanyak tiga kali batas pengiriman, akhirnya panitia memutuskan batas akhir pendaftaran dan pengiriman naskah puisi dua bahasa hingga awal Agustus.
“Setelah batas akhir ditutup, naskah puisi yang masuk hampir 50 naskah yang berasal dari 37 peserta,” ujarnya.
Sekretaris Departemen PBI FKIP USK itu merincikan teks puisi yang masuk berasal dari mahasiswa Indonesia, Thailand, Maroco, dan Mesir. Menurut Herman, peserta yang dari Indonesia lintas kampus, ada yang dari kampus di Aceh ada juga dari pulau Jawa.
Ketua Dewan Juri, Azhari Aiyub, mengatakan lomba cipta puisi dua bahasa ini sangat positif karena mampu memantik imajinasi mahasiswa. Namun, menurut dia, sosialisasi lomba cipta puisi dua bahasa ini harus dilakukan lebih massif ke depannya.
“Peserta yang mengirim puisi dari luar negeri sepertinya berasal dari Indonesia. Mungkin mereka sedang kuliah di luar negeri. Terlihat dari cara menerjemahkan puisi bahasa Inggris dari bahasa Indonesia. Namun, tetap sah karena syarat yang dibuat panitia mahasiswa lintas perguruan tinggi yang dibuktikan dengan kartu mahasiswa, bukan KTP,” jelas Azhari.
Menurut Azhari, diperlukan ketelatenan dan ketelitian jika puisi tersebut terjemahan dari bahasa Indonesia. Kata dia, tidak semua diksi dalam puisi berbahasa Indonesia dapat diterjemahkan secara leterlek ke dalam bahasa Inggris.
Adapun para juara cipta puisi internasional dua bahasa ini adalah Bensu Sasmidalia dari FKIP Universitas Syiah Kuala sebagai juara I; Nurul Fadilah dari UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe sebagai juara II; dan Rizqa Suraiya dari Universitas Al-Azhar Chairo, Mesir. Masing-masing akan mendapatkan uang tunai dan piagam penghargaan.
“Sayembara cipta puisi dua bahasa untuk mahasiswa tingkat internasional ini patut diapresiasi. Selamat kepada para pemenang. Yang belum berhasil semoga bisa ikut lagi tahun depan,” ucap Azhari yang saat memberikan keterangan pers ini sedang berada di USA.










