Banda Aceh – BUNKASAI, Festival of Japanese Art & Culture, sukses digelar di AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, dengan menampilkan berbagai kebudayaan Jepang, seminar studi Jepang, hingga partisipasi dari komunitas lokal seperti Museum Gunung Seulawah, Aceh Community Art, dan sejumlah komunitas lainnya.
Salah satu agenda utama dalam festival ini adalah Bedah Buku Fukubukuro (Kisah – Kisah Inspiratif Ureung Aceh di Negeri Sakura) dan Talkshow Kehidupan di Jepang, yang menghadirkan pembahas Mulia Kemalawaty, S.P., M.Si., Yarmen Dinamika, serta Alfi Rahman, M.Si., Ph.D, dengan moderator Eka Husnus Hidayati. Buku ini ditulis oleh Aggota Persada, anggota Perhimpunan Alumni Jepang. Acara berlangsung di Lobby AAC Dayan Dawood pada pukul 10.00–12.00 WIB.
Dalam kegiatan ini, Ari Maulana, mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Ar-Raniry yang sedang melaksanakan magang di Balai Arsip Statis dan Tsunami (BAST) – Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), turut serta aktif. Ari berpartisipasi dalam sesi tanya jawab dengan penuh semangat, menanyakan pengalaman studi serta kehidupan mahasiswa di Jepang. Pertanyaannya yang dinilai kritis dan menarik membuatnya terpilih sebagai salah satu penanya terbaik dan berhak mendapatkan doorprize.
“Awalnya saya hanya ingin mengetahui lebih dalam tentang kebudayaan Jepang, suasana perkuliahan, serta universitas terbaik di bidang komunikasi di Jepang. Jepang menjadi salah satu negara tujuan yang ingin saya capai untuk melanjutkan studi S2. Saya berharap suatu saat dapat menimba ilmu di sana,” ujar Ari penuh antusias usai menerima penghargaan sebagai penanya terbaik.
Kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan peserta mengenai budaya Jepang, tetapi juga membuka peluang serta motivasi baru bagi generasi muda Aceh untuk melanjutkan studi ke Jepang. Dengan bekal ilmu dan pengalaman yang diperoleh, diharapkan mahasiswa Aceh dapat berkontribusi baik di kancah internasional maupun saat kembali mengabdi di tanah kelahiran.










