Banda Aceh – Anggota DPR RI/MPR RI asal Aceh H. Muslim Ayub, SH, MM mengatakan, warga Kota Banda Aceh harus konsisten menjaga kemajukan dalam menjalani kehidupan sehari-hari apalagi, saat ini kita baru saja memilih pemimpin untuk Kota Banda Acrh.
“Dalam proses pemilihan hingga diputuskan sudah ada pemenangnya, jangan sampai terpengaruh oleh gejolak pertentangan dalam perbedaan. Semua tidak bisa berjalan baik bila tidak ada semangat persatuan. Semangat persatuanlah yang harus menjadi bingkai dalam pertarungan elektoral, karena yang memenangkan pemilu, tentu akan mengedepankan kepentingan rakyat dan tidak ada yang mungkin bergerak sendiri-sendiri,” kata Muslim Ayub saat menyampaikan materi 4 pilar Kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika di Aula Asrama Haji, Banda Aceh, Sabtu (6/9/2025).
Kata Muslim Ayub, empat pilar kebangsaan adalah tuntunan yang harus dijalankan untuk menjaga kemajemukan.
“Itu sama halnya dengan mempertahankan dan merawat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia setalah melewati tahun politik,” ujarnya.
Untuk itu–lanjutnya–semangat persatuanlah yang harus menjadi bingkai dalam pertarungan elektoral,” lanjut Muslim Ayub.
“Bila perbedaan tidak dijaga dengan baik, maka dapat menimbulkan perpecahan. Jangan sampai gara-gara perbedaan menimbulkan keretakan yang dapat memicu proses pembangunan daerah menjadi lamban,”ujar ujar Muslim.
Menurutnya, sosialisasi 4 pilar ini harus terus digelorakan. Sebab Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika adalah landasan persatuan, kesatuan dan keberagaman bangsa Indonesia.
“Sosialisasi ini dilakukan agar masyarakat sadar bahwa boleh berbeda, namun harus bersatu dan rukun. Boleh beda pilihan, tetapi persatuan dijaga,” Demikian Muslim Ayub.
Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan turut menghadirkan peserta dari kalangan muda, kalangan perempuan Organisasi Wanita, dan perwakilan organisasi pemuda dan masyarakat umum.[]










