SINGKIL – Keberadaan 4 pulau di Kabupaten Aceh Singkil kembali terabaikan usai polemic sengketa adminitrasi antara Aceh dan Sumatera Utara selesai. Hingga kini ternyata belum ada sentuhan berarti dari Pemerintah Aceh usai 4 pulau tersebut dinyatakan milik Aceh beberapa waktu lalu.
“Belum. Sekarang malah sepi dari aktivitas,” ujar Daeng, 48 tahun, seorang nelayan di Singkil, Minggu 7 September 2025.
Syafidin, 35 tahun, nelayan lainnya, mengatakan perhatian pemerintah terhadap 4 pulau di Singkil jauh berbeda antara sekarang dengan saat berpolemik dengan Sumatera Utara.
“Awalnya sepi dan minim perhatian. Tiba-tiba heboh saat mau diambil alih oleh Sumatera Utara. Banyak warga dan anggota DPD-DPR RI yang berkunjung. Demikian juga dengan pemerintah Aceh. Tapi setelah polemic selesai, kini kembali sepi,” kata dia.
“Kami tahu karena memang aktivitas nelayan di sekitar 4 pulau ini,” katanya lagi.
Sebelumnya, Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem pernah menyatakan bahwa keempat pulau tersebut tidak boleh dibiarkan kosong. Pemerintah Aceh, katanya, akan membangun fasilitas yang memadai agar pulau-pulau ini bisa dihuni dan dimanfaatkan secara optimal, termasuk menjadikannya sebagai destinasi wisata bahari unggulan.
“Kita lihat Pulau Panjang ini sangat potensial untuk pariwisata. Kita akan perkenalkan kepada orang luar, terutama dari Timur Tengah,” ujar Mualem.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban agar potensi empat pulau ini bisa dikembangkan dan diperkenalkan ke dunia internasional. “Mari kita jaga bersama pulau ini. Ini adalah bagian dari marwah Aceh,” tegasnya.










