Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Krak, Polisi Diminta Tangkap Penyalur BBM Subsidi ke Lokasi Tambang Ilegal

redaksi by redaksi
07/10/2025
in Lintas Timur
1
Krak, Polisi Diminta Tangkap Penyalur BBM Subsidi ke Lokasi Tambang Ilegal

SIGLI – Kepolisian Daerah (Polda) Aceh diminta untuk menindak tegas para pelaku yang menyalurkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi ke lokasi tambang emas ilegal di wilayah Kabupaten Pidie, dikarenakan aktivitas tersebut diduga sudah berlangsung lama dan menyebabkan kerugian negara serta kerusakan lingkungan di sekitar area tambang tersebut.

Hal itu dikatakan Suryadi (34) kepada Atjehwatch.com, Senin 6 Oktober 2025.

Sejumlah aktivis lingkungan dan tokoh masyarakat menilai bahwa praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi untuk kegiatan tambang ilegal merupakan bentuk pelanggaran hukum serius.

Mereka mendesak aparat penegak hukum tidak hanya menindak para penambang, tetapi juga menelusuri jaringan pemasok bahan bakar yang diduga terlibat.

“Selama ini yang ditangkap hanya pekerja lapangan, sementara pemasok BBM bersubsidi yang menjadi penopang utama operasi tambang justru luput dari jerat hukum,” ujar salah satu aktivis lingkungan di Pidie.

Aktivitas penambangan emas tanpa izin di beberapa kecamatan di Pidie. Semisal, di Tangse,Mane dan Kecamatan Geumpang, telah menimbulkan dampak lingkungan seperti pencemaran sungai, longsor, dan kerusakan ekosistem hutan. Selain itu, penggunaan BBM bersubsidi untuk kepentingan komersial ilegal dianggap sebagai bentuk penyimpangan yang merugikan masyarakat luas.

Masyarakat berharap Polda Aceh segera melakukan penyelidikan menyeluruh dan menindak tegas semua pihak yang terlibat dalam rantai suplai BBM bersubsidi ke tambang emas ilegal tersebut.

Suryadi, salah seorang masyarakat Pidie, berharap Pelaku usaha SPBU yang terlibat penjualan BBM bersubsidi ke Tambang tambang emas ilegal harus ditindak tegas berdasarkan hukum.

“Kami sebagai warga secara khusus mendesak Kapolda Aceh untuk segera melakukan penyelidikan dan proses hukum terhadap SPBU yang diduga menyalahgunakan distribusi BBM bersubsidi” kata Suryadi.

SPBU tersebut diduga melayani penjualan BBM bersubsidi pada malam hari, mulai setelah shalat Maghrib hingga stok BBM bersubsidi itu habis.

Praktik tersebut sangat merugikan masyarakat kecil. Pada siang hari, stok Solar, Pertalite, bahkan Pertamax selalu habis sehingga masyarakat kesulitan mendapatkan bahan bakar.

Celakanya, malam hari SPBU kembali beroperasi dengan melayani pembelian menggunakan mobil yang Tankinya sudah di modif serta melayani dengan jerigen dalam jumlah besar.

Seharusnya, Pihak Polisi tidak boleh tutup mata, Penegakan hukum harus melakukan tindakan segera. Ini bukan hanya pelanggaran administrasi, tetapi tindak pidana yang nyata-nyata merugikan negara dan rakyat kecil.

“Selain itu penjualan BBM bersubsidi khususnya jenis solar kepada pengusaha tambang emas ilegal, BBM tersebut berpotensi juga ditimbun,” ujarnya.

Dalam pada itu, sejumlah pemilik SPBU yang didatangi wartawan saat dikonfirmasi terkait dugaan perbuatan penyelewengan BBM bersubsidi yang dijual ke lokasi tambang emas ilegal di Geumpang dan sekitarnya, enggan berkomentar oleh para pemilik SPBU di kabupaten Pidie. [Mul]

Previous Post

Polda Aceh Musnahkan 80,5 Kilogram Sabu

Next Post

Trump Patok Tarif 25% untuk Truk Berat Impor Mulai 1 November

Next Post
Trump Perintahkan Militer AS Bidik Kartel Narkoba Amerika Latin

Trump Patok Tarif 25% untuk Truk Berat Impor Mulai 1 November

Comments 1

  1. Muhammad says:
    10 bulan ago

    Hahahaha. Bagaimana mau tindak,pemain juga mereka itu…
    Macam tak tau saja.60/40

    Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Jembatan Perintis Garuda Resmi Difungsikan, Alzaizi: Ini Urat Nadi Kehidupan Warga Benteng

Jembatan Perintis Garuda Resmi Difungsikan, Alzaizi: Ini Urat Nadi Kehidupan Warga Benteng

25/07/2026
2.000 Sertipikat Perlu Dipulihkan Pascabencana di Aceh Tamiang, Menteri Nusron Targetkan Selesai pada Akhir Desember

2.000 Sertipikat Perlu Dipulihkan Pascabencana di Aceh Tamiang, Menteri Nusron Targetkan Selesai pada Akhir Desember

25/07/2026
Satgas PRR Dorong Realisasi TKD Aceh Rp 1,65 T untuk Pemulihan Pascabencana

Satgas PRR Dorong Realisasi TKD Aceh Rp 1,65 T untuk Pemulihan Pascabencana

25/07/2026
Wagub Bahas Implementasi MoU Helsinki bersama Sekretariat Negara

Wagub Bahas Implementasi MoU Helsinki bersama Sekretariat Negara

25/07/2026
Forkopimda Aceh Sepakat Putus Akses Pasok BBM ke Tambang Ilegal

Forkopimda Aceh Sepakat Putus Akses Pasok BBM ke Tambang Ilegal

25/07/2026

Terpopuler

Krak, Polisi Diminta Tangkap Penyalur BBM Subsidi ke Lokasi Tambang Ilegal

Krak, Polisi Diminta Tangkap Penyalur BBM Subsidi ke Lokasi Tambang Ilegal

07/10/2025

Ratusan Personel dan Alat Berat Dikerahkan untuk Tata Ruang Kota Banda Aceh

Tak Tunggu Anggaran Cair, KKP Kebut Pemulihan 745 Hektare Tambak Pidie Jaya Demi Kebangkitan Ekonomi Petambak

Nyan, BPH Migas Temukan Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Aceh

HUT ke-25 Demokrat, DPC Pidie Pilih Bersihkan Masjid, Hijaukan Lingkungan, Donorkan Darah untuk Masyarakat

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com