Banda Aceh — Sebanyak 593 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh diterjunkan ke empat kecamatan di Kota Banda Aceh untuk mengikuti Kuliah Pengabdian kepada Masyarakat (KPM) Reguler Tahun Akademik 2025/2026. Pelepasan dilakukan pada Kamis, 9 Oktober 2025.
Kegiatan KPM berlangsung selama 45 hari, hingga 22 November 2025, dengan sistem non-inap. Para mahasiswa ditempatkan di Kecamatan Ulee Kareng, Baiturrahman, Lueng Bata, dan Kuta Raja.
Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry, Prof Kamaruzzaman, mengingatkan peserta KPM agar menjaga nama baik almamater serta beradaptasi dengan budaya dan kehidupan sosial masyarakat.
“Mahasiswa KPM adalah calon pemimpin masa depan. Jadikan pengalaman ini sebagai sarana belajar dari tokoh dan masyarakat gampong,” kata Kamaruzzaman saat menyerahkan 153 mahasiswa kepada Camat Ulee Kareng, mewakili Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Mujiburrahman.
Ia juga menekankan pentingnya etika, disiplin, dan semangat pengabdian selama pelaksanaan kegiatan.
Camat Ulee Kareng, Akbar Mirza, menyampaikan apresiasi kepada UIN Ar-Raniry atas penempatan mahasiswa di wilayahnya. Ia berharap kehadiran mahasiswa dapat memperkuat kolaborasi sosial dan keagamaan di tingkat gampong.
Di Kecamatan Baiturrahman, sebanyak 179 mahasiswa diterima oleh pihak kecamatan. Penyerahan dilakukan oleh Dr Nasriyah, Koordinator Pusat Studi Gender dan Anak UIN Ar-Raniry. Ia mendorong mahasiswa agar aktif mendukung program pemerintah gampong, terutama dalam pendataan kemiskinan dan penyusunan profil gampong.
“Pegang teguh falsafah ‘di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung’,” ujar Nasriyah kepada peserta KPM.
Camat Baiturrahman menambahkan agar mahasiswa menjaga disiplin dan aktif berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat hingga sore hari.
Sementara itu, di Kecamatan Lueng Bata, sebanyak 154 mahasiswa diserahkan oleh Jarnawi, Koordinator Pusat Pengabdian kepada Masyarakat.
Camat M Kharisma berharap kegiatan ini dapat memperkuat nilai integritas warga, terutama karena wilayahnya tengah mengikuti Lomba Kecamatan Antikorupsi Tingkat Nasional.
“Kehadiran mahasiswa diharapkan menjadi bagian dari gerakan membangun masyarakat antikorupsi,” ujar Kharisma.
Adapun di Kecamatan Kuta Raja, sebanyak 104 mahasiswa diserahkan oleh Dr. Mughni, Koordinator Pusat Moderasi Beragama UIN Ar-Raniry, kepada Camat Zahrul Fuadi.
Program KPM di wilayah ini difokuskan pada validasi data kemiskinan, ketahanan pangan, serta penguatan kegiatan keagamaan masyarakat. Camat Kuta Raja menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap kehadiran mahasiswa dapat memperkuat nilai spiritual, solidaritas, dan semangat gotong royong warga. [ ]










